BATANG – Kondisi jalan penghubung di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang rusak parah. Hampir 20 tahun, hanya sekali dilakukan perbaikan. Itupun hanya penyemiran jalan.
Tak pelak, kondisi itu membuat warga mencoba menuntut. Beberapa hari lalu warga mendatangi gedung DPRD Kabupaten Batang. Kedatangan mereka untuk meminta perbaikan jalan tersebut.
“Kondisi jalan Desa Kalipucang Kulon sepanjang 1 kilometer ini sudah rusak parah. Sudah lama kondisi jalan ini dibiarkan begitu saja, tanpa tersentuh bantuan,” ujar salah satu tokoh Desa setempat, Karnoto, Selasa (26/11).
Menurutnya, jalan milik kabupaten tersebut belum pernah tersentuh oleh kegiatan perbaikan jalan. “Sejak 1999 sampai sekarang, belum ada perbaikan jalan. Kalaupun ada, itu hanya proses penyemiran, dan itu hanya satu kali saja,” bebernya.
Pemkab maupun DPRD Batang, kata dia, menganggap bahwa status jalan tersebut milik desa.
“Sehingga, sangat jarang tersentuh oleh bantuan. Terakhir, bantuan penyemiran jalan itu dilakukan pada tahun 2015 silam,” jelasnya.
Salah satu anggota DPRD Batang Kukuh Fajar Rhomadon mengatakan, anggaran perbaikan jalan sepanjang 1 kilomoter tersebut ditaksir mencapai Rp1 miliar.
“Berhubung anggaran 2020 mendatang sudah digedok, maka kami hanya bisa menjanjikan tahun 2020 mendatang proses perbaikan hanya sebatas penyemiran saja,” jelasnya.
Selanjutnya, jika anggaran sudah ada, maka pada tahun 2021 nanti bisa dilakukan proses rehab total jalan.
“Kita juga akan mendorong Pemkab Batang untuk melakukan perbaikan jalan di Desa Kalipucang Kulon. Kami sudah meminta Komisi D untuk memberikan perhatian atas aspirasi yang disampaikan masyarakat Kalipucang Kulon ini,” tandasnya. (mht)
















