JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin memberi peringatan keras kepada anak buahnya.
Burhanuddin menegaskan, jika ada jaksa terbukti melawan hukum, dia tak segan-segan untuk menindak tegas.
“Presiden memerintahkan saya, ‘tolong kalau ada jaksa yang nakal’. Kalau ada jaksa yang nakal, kemarin saya bilang, saya akan bina. Kalau tidak bisa dibina, akan saya ‘binasakan’. Itu yang saya katakan pada Presiden,” ujar Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (15/11).
Kendati bakal menindak tegas, Burhanuddin meminta waktu untuk mendata oknum jaksa nakal tersebut.
Mantan Jamdatun ini juga merahasiakan pola penindakan yang akan diterapkan kepada anak buahnya yang melanggar aturan.
Jokowi sebelumnya meminta kepada seluruh aparat penegak hukum mulai dari kepolisian hingga kejaksaan agar dapat mendukung agenda strategis bangsa.
Selain itu, Kejagung juga telah meminta gubernur, bupati, dan wali kota menolak permintaan uang, barang, intervensi dan intimidasi dari jaksa nakal di daerah. Permintaan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat nomor R-1771/D/Dip/11/2019 bersifat segera tertanggal Kamis, 14 November 2019.
Surat tersebut ditandatangani Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan Samuel Maringka. “Pimpinan Kejaksaan tidak akan mentolerir dan akan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh oknum Kejaksaan RI,” katanya dalam surat.
Melalui surat tadi, Kejaksaan Agung juga meminta kepala daerah tak segan melaporkan upaya permintaan, intimidasi, dan intervensi dari jaksa di daerah melalui hotline laporan pengaduan, Adhyaksa Command Centre, maupun melalui aplikasi Pro Adhyaksa.















