Tegal – Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Tegal, Jawa Tengah dihadapkan dengan sejumlah persoalan yang harus tangani.
“Dinkes prioritas penangan 21 persoalan untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat,” kata sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tegal, Dr dr Suharjo MM, Jumat (18/10/2019).
Dari 21 Persoalan urutan pertama pada persoalan masih ditemukan balita gizi buruk dan balita stunting. Berikutnya, masih ada rumah tangga yang belum memiliki akses Jamban sehat.
Belum semua Kelurahan menjadi Kelurahan siaga aktif mandiri. Masih rendahnya Tempat Pengolahan Makanan Minuman (TPM) yang laik sehat. Masih ada TPM yang kurang memenuhi syarat higenis sanitasi sehat.
Belum tercapainya target Temoat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat. Dan belum tercapainya perumahan lingkungan yang memenuhi syarat sehat.
Masih adanya kasus kematian ibu, bayi dan balita. Meningkatnya prevelensi Penyakit Tidak Menular (PTM) disebakan transial epodemiolofi. Meningkatnya kasus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
Masih tingginya angka kejadian kanker serviks dan payudara pada wanita. Pengendalian penyakit menular seperti DBD, TB, Kusta, diare masih belum optimal. Masih rendahnya jumlah keluarga yang memiliki indikator sehat.
Fasilitas pelayanan kesehatan belum seluruhnya memiliki pengolahan limbah medis yang memenuhi syarat. Belum semua fasilitas pelayanan kesehatan terakreditasi. Belum semua produk pangan memiliki sertifikat PIRT. Dan belum semua keluarga memiliki Jaminan Kesehatan hingga Kota Tegal belum mencapai UHC.
“Rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk masih dibawah standar. Dan pemanfaatan teknologi informasi dibidang kesehatan belum optimal,” pungkas dr Suharjo. (nin)
















