SOLO – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sempat terhenti karena server muncul gangguan.
Rektor UNS Jamal Wiwoho mengakui adanya kejadian tersebut. Gangguang server berlangsung sekira 20 menit.
“Ya memang tadi sempat terputus pada pukul 10.20 WIB. Ada sekitar 20 menit lah. Dan kepada panitia kami sudah minta penambahan waktu 20 menit bagi peserta UTBK UNS untuk melaksanakan ujian,” ujarnya, Minggu (5/7).
Menurutnya pelaksanaan UTBK UNS yang gelar serentak di 74 PTN se Indonesia ditengah pandemi Covid-19 ini tetap berpatokan pada protokol kesehatan.
Seluruh lokasi ujian UTBK UNS dilengkapi dengan thermogun, hand sanitizer, wastafel, dan ruang transit peserta yang ditata sesuai protokol kesehatan.
“Ruang UTBK UNS diatur sedemikian rupa untuk menjaga jarak antar peserta minimal 1,5 meter arah kanan-kiri dan depan-belakang. Ini dilakukan supaya tidak menjadikan klaster baru Covid-19,” sebutnya.
Jamal menjelaskan, bagi peserta UTBK UNS dari Solo Raya tidak wajib menyertakan surat keterangan rapid test. Namun untuk peserta dari luar Solo Raya, wajib menyertakan surat keterangan sehat dari hasil rapid test.
“Ada salah satu peserta dari Bekasi yang mengikuti UTBK UNS. Karena dia membawa surat keterangan sehat dari hasil rapid tes ya kita ijinkan masuk,” terangnya.
Tahun ini lanjut Jamal, jumlah total peserta yang terdaftar di Pusat UTBK UNS sebanyak 23.425 orang. Mereka terbagi dari eks Karesidenan Surakarta (Solo Raya) 16.658 orang (71%), dan dari luar eks Karesidenan Surakarta sebanyak 6.767 (29%).
Sementara jumlah total sesi UTBK di UNS adalah sebanyak 38 sesi yang terdiri dari 20 sesi pada Gelombang I dan 18 sesi pada Gelombang II. (mht)
















