Salah satu kegiatan di BPTU Kabupaten Semarang yang bakal ditutup. Foto : Tribun Jateng
Ungaran (Infoplus) – Seluruh kegiatan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, tahun ini dihentikan karena tidak memperoleh dana dari APBD. Hal itu menyusul terus meruginya salah satu unit Badan Usaha Milik Daerah itu.
Plt Kepala DPPP Kabupaten Semarang, Samsul Hidayat kemarin mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan Anggaran Dana Operasional sekitar Rp 1,3 miliar untuk operasional BPTU Mulyorejo.
Anggaran itu untuk menyediakan pakan ternak dan kebutuhan operasional lainnya. Tetapi usulan tersebut ditolak oleh Banggar DPRD, dengan alasan tidak efisien. Penolakan oleh DPRD itu, sama artinya dengan menutup kegiatan operasional BPTU Mulyorejo.
Padahal dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemerintah Daerah mendapat amanat untuk membentuk UPTD Pembibitan. Salah satu tujuannya untuk memfasilitasi penyediaan bibit ternak unggul bagi masyarakat dan peternak.
Gelar Lelang
”Ini bisa dilaksanakan, sepanjang tidak ada usaha sejenis yang dikerjakan oleh masyarakat umum,” imbuhnya. Untuk menindaklanjuti penutupan itu, Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan (DPPP) Kabupaten Semarang, memutuskan melelang seluruh aset ternak, berupa sapi dan kambing di joglo UPTD BPTU Mulyorejo, belum lama ini.
Pelaksanaan lelang dibuka Staf Ahli Bupati Semarang, bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sukaton Purtomo. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Asof menegaskan meski sudah banyak alokasi dana APBD, namun hasil kerja BPTU Mulyorejo tidak banyak bermanfaat untuk kepentingan rakyat Kabupaten Semarang.
Menurutnya, pemerintah daerah semestinya menjadi bagian dari pelayanan kepada rakyat Kabupaten Semarang. Ketika ada lelang ternak, yang menjadi peserta adalah orang-orang dari luar Kabupaten Semarang.
”Bila pengelolaan di sini baik dan benar, tentu kami lanjutkan. Kami sudah mendorong perbaikan, sejak saya masih Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang periode 2009,” tegasnya.
Kepala Bidang Peternakan DPPP Kabupaten Semarang, Febriyana KA menjabarkan, jumlah ternak yang dilelang terdiri dari 183 ekor sapi perah, 28 ekor sapi potong, dan 252 ekor kambing. Sejak beroperasi 2005, UPTD BPTU Mulyorejo telah menyuplai 68 bibit ternak kesembilan lokasi.edi
Sumber http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/31609/BPTU-Mulyorejo-Ditutup















