50 Pesepeda Jelajah Trans Jawa Berwisata Infrastruktur di Jateng

oleh

Semarang – Sekitar 50 pesepeda Jelajah Trans Jawa 900 Km tiba di Semarang, Selasa (5/3/2019). Sebelumnya mereka menempuh perjalanan kurang lebih 400 Km dari Surabaya. Mereka mengunjungi dua desa yang ada di kaki Gunung Ungaran.

“Kami bersepeda dari Kantor Gubernur Surabaya sejak hari Senin (4/3/2019) lalu,” kata Koordinator kegiatan Jelajah Trans Jawa 900 Km, Hendra Dharmanto kepada media.

Dikatakannya, pihaknya berencana bersepeda dengan tujuan istana negara di Jakarta. Selama dalam perjalanan mereka mengakui mampir ke desa-desa untuk melihat perkembangan infrastruktur dan pariwisata di Pulau Jawa.

INFO lain :  Truk Larutan Penyegar Terguling di Demak

“Kami ajak para peserta melihat langsung perkembangan Pulau Jawa. Jadi selain bersepeda kita juga berbagi pengelolaan infrastruktur desa satu ke desa lainnya,” katanya.

Di Jateng, para pesepeda diajak untuk mengunjungi Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran. Kedua desa tersebut dipandang mampu memanfaatkan dana desa dalam membangun infrastruktur.

Saat tiba di Desa Lerep, para bikers langsung diajak berkeliling melihat embung yang dikelola dengan dana desa.

INFO lain :  MA Tolak Kasasi PT IPU yang Digugat Mantan Sopirnya

Kepala Desa Lerep, Sumariyadi mengatakan, di sana mereka melihat penampung air hujan selain digunakan untuk mengairi pertanian warga juga disulap jadi tempat wisata danau yang indah tepat di kaki Gunung Ungaran.

“Pengelolaan wisata embung di sini memang menggunakan dana desa. Kami kelola melibatkan warga di sini,” timpalnya.

Sumariyadi menyebut dana desa sangat berperan wilayahnya. Selain embung, anggaran dari pemerintah pusat itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan irigasi. Pihaknya bahkan berencana membuat perkebunan durian yang juga dikelola langsung oleh warga.

INFO lain :  PSIS Putus Kontrak Nerius Alom Akibat Indisipliner

Selain mengunjungi Desa Lerep, para bikers juga mampir ke Desa Kalisidi yang letaknya bersebelahan. Di sana peserta dibuat kagum dengan instalasi air di Kalisidi. Sumber air gunung langsung disalurkan ke rumah warga dengan sangat rapi.

Tak hanya itu, para peserta juga diajak menyantab makanan di Griya Dahar Sinongko yang merupakan unit usaha Bumdes Kalisidi. Di situ peserta mencicipi menu andalan berupa sayur daun kopi.(dit)