Tegal – Bunga Melati asal Tegal hingga Kabupaten Batang Jawa Tengah akan diekspor melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.
Kepala Badan Karantina Pertanian (BKP) Kelas 1 Semarang, Ali Jamil saat acara Public Hearing Program Aksi Agro Gemilang Akselerasi Ekspor Produk Petani Jateng di Hotel Bahari Inn Kota Tegal, Selasa (19/2/2019).
“Ekspor perdana bunga melati oleh BKP Kelas 1 Semarang ini akan dilaksanakan hari ini Selasa (19/2/2019) sore melalui Bandara Ahmad Yani Semarang,” kata Ali Jamil.

Ali Jamil mengatakan, bunga melati yang tumbuh di pesisir Pantura Jateng, khususnya Tegal hingga Batang, memiliki kualitas lebih bagus dibanding dengan negara kompetitor hingga dapat diterima di negara tujuan ekspor.
“Melati Pantura disamping harganya lebih murah, punya keunikan sangat spesifik berbeda dengan daerah atau negara lain,” tambah Ali.
Setidaknya, kata Ali, ada empat negara di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Arab Saudi rutin meminta kiriman dari Bunga Melati asal Jateng ini.
“Bunga Melati kita itu dari bentuk, warna, dan keharumannya lebih unggul dibandingkan negara eksportir lainnya. Namun yang jadi masalah sekarang, selama ini pengiriman ekspornya tidak melalui Bandara Ahmad Yani, tapi lewat Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Makanya, ini ekspor perdana,” tutur Ali.
Sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 saja, BKP Kelas 1 Semarang Kantor Wilayah Kerja Tegal telah memberikan jasa pemeriksaan dan sertikasi bunga melati terhadap sembilan eksportir untuk empat negara.
Jumlah ekspor dalam enam bulan terakhir itu mencapai total volume 1.048.196 Kg dengan frekuensi 1.201 kali pengiriman.

Total pemasukan devisa dari kegiatan ekspor selama enam bulan terakhir ini senilai Rp 200.554.485.268 (200 Miliar) dengan rata-rata per Kg 13 USS (Kurs 1 USS : Rp 14.000).
Namun, pihaknya menyayangkan bahwa Bandara tempat pengeluaran ekspor selama ini tidak melalui Bandara Ahmad Yani Semarang.
“Sehingga data eksportasi bunga melati asal Kabupaten Tegal hingga Batang ini tidak tercatat dalam data statistik BPS Provinsi Jateng karena mengirimnya lewat Jakarta. Maka, langkah ekspor perdana melalui Semarang ini menjadi momentum penting,” pungkas Ali.
(nin)















