Aksi Main Hakim, Pencuri Ayam Tewas Dimassa Warga

oleh

Pati – Aksi main hakim sendiri terjadi di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Seorang terduga pencuri bernama Ikhwanul Rofi’i tewas dikeroyok massa.

Pria berusia 42 tahun itu diduga telah mencuri ayam milik tetangganya, yang diketahui masih satu desa dengannya.

Tersangka pelaku pencurian ayam itu dianiaya para tetangganya setelah kedapatan membawa lari dua ekor ayam jago milik seorang warga Dukuh Penggung desa setempat.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara warga dengan korban di areal persawahan. Rofi’i pun meninggal setelah tertangkap dan dihajar habis-habisan.

INFO lain :  Nekat Beroperasi di Jalan Raya, Bentor dan Penggiling Padi di Tegal Ditindak

Kapolsek Dukuhseti, AKP Sunaryo mengatakan, peristiwa pengeroyokan ini terjadi Sabtu (12/1/2019) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

“Saat polisi datang ke lokasi kejadian, terduga pelaku pencurian tersebut sudah babak belur di hajar massa,” kata AKP Sunaryo di Mapolsek Dukuhseti, Minggu (13/1/2019).

Melihat kondisi tersebut, petugas langsung membawa Rofi’i ke puskesmas terdekat. Sayangnya, belum sempat mendapat perawatan medis, pelaku pencurian ini sudah diketahui dalam keadaan meninggal dunia.

INFO lain :  Pencuri di Pati Diamankan Usai Kepergok Warga

Dari olah TKP petugas kepolisian, kata dia, banyak benda-benda tumpul seperti kayu dan batang tebu yang dipakai menganiaya korban.

“Selain itu kami juga mengamankan karung zak dan dua ekor ayam jago. Saat ini kami masih menyelidiki dan memburu para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas. Tersangka bisa dijerat pasal 107 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Perkara ini masuk kekerasaan bersama-sama menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar dia.

Sementara itu, Ngasri, salah satu sepupu korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib. Ia mengaku sama sekali tak menyangka saudaranya itu meninggal dengan cara tragis seperti itu.

INFO lain :  Ngamuk di Tempat Karaoke Semarang, Tamu Jotos Pemandu Lagu

“Kalau siang ya biasa di sawah atau pergi ke borgan (lahan pertanian di kawasan hutan). Kami meminta polisi mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap para pelaku. Kalau pun dia mencuri kenapa harus dihajar sampai tewas. Terus bagaimana kehidupan istri dan ketiga putranya. Siapa yang bertanggung jawab,” tandasnya.

(dit)