Balita Tewas Hanyut di Sungai Serang Boyolali

oleh

Boyolali – Putra Ari Widodo, seorang balita berusia 3,5 tahun tewas setelah hanyut di Sungai Serang, Kemusu, Boyolali, Minggu (16/12/2018). Jasad korban ditemukan tersangkut pohon di aliran sungai oleh warga.

Informasinya, korban ditemukan tersangkut di pohon, kemudian ditolong warga dengan membawanya ke bidan. Namun diketahui korban sudah meninggal dunia.

Saat ditemukan, tubuh korban sudah kebiruan dan mulut mengeluarkan busa. Korban terbawa arus Sungai Serang di Dukuh Tegalsari, Desa Lemahireng, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Saat kejadian, sungai yang menuju ke Waduk Kedung Ombo itu sedang banjir.

INFO lain :  Polsek Cluwak Bekuk Pelaku Curat

Kejadian bermula ketika korban yang tinggal di Dukuh Salam, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu itu ikut orang tuanya menjenguk bibinya yang akan melahirkan. Namun ternyata sang bibi sudah dibawa ke bidan di Desa Guwo, Kecamatan Kemusu.

Orang tua korban pun menyusul ke bidan, sedangkan korban ditinggal di rumah bibinya di Dukuh Tegalsari, Desa Lemahireng.

Sesampainya di rumah bidan, ibu korban ditanya salah satu keluarganya bernama Robiyati (37). ‘Di mana anakmu?’ katanya dan olehnya dijawab ‘Anak saya di rumah bude dan bermain dengan Yusuf dan Haikal’,” jawabnya.

INFO lain :  Simulasi Unjuk Rasa di Bandara Adi Soemarmo

Saat Robiyati pulang, ternyata dia tak mendapati korban di rumah bibinya tersebut. Dia kemudian mencari korban ke sekitar rumah, tapi tak menemukannya.

Robiyanti bersama keluarga lainnya mencari korban ke sungai yang berada di belakang rumah. Mereka menemukan jejak kaki anak kecil di pinggir sungai. Sekitar 200 meter dari rumah budenya, melihat korban sudah tersangkut di pohon.

INFO lain :  Surakarta Targetkan Kelompok 6-11 Tahun Sudah Tervaksin pada Semester Dua

Petugas Polsek Kemusu yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian.

“Polisi sampai di TKP ternyata korban sudah ditolong dan dibawa ke rumah Bu Bidan Juminem di Desa Guwo dan ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, Minggu (16/12).

Hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, ternyata anak tersebut (korban) hiperaktif dan suka bermain di sungai.  Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.(ali/dit)