Boyolali – Angin kencang yang melanda kawasan Desa Demangan Kecamatan Sambi beberapa waktu lalu, membuat atap kelas 9B Mts Muhammadiyah 06 Sambi runtuh. Beruntung tidak ada orang di bawahnya.
“Kejadiannya, Jumat (16/11) siang lalu. Kondisi sekolah kosong, siswa dan guru sudah pulang semua, kata Ngatmi, Kepala Sekolah Mts Muhammadiyah 06, Senin (19/11).
Atap kelas runtuh menimpa puluhan meja dan kursi hingga tidak bisa digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar. Sejumlah siswa dan para guru bergotong royong memindahkan meja dari ruang kelas yang ambruk.
“Runtuhnya atap ternyata juga membuat miringnya ruang kelas 9A dan 9C, katanya .
Menurut Ngatmi, sebanyak tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat kejadian itu. Atas hal itu, aktivitas belajar-mengajar terpaksa dilakukan di gudang penyimpanan keranda jenazah serta di aula sekolah meski hal tersebut kurang kondusif bagi siswa.
Namun pihaknya tak ingin mengambil resiko beraktivitas di dalam kelas karena atap bisa ambruk sewaktu-waktu.
“Ada siswa mengaku gerah dan takut, karena kegiatan belajar mengajar di gudang penyimpanan keranda jenazah,” imbuhnya.
M.Tafdir, guru kelas 9 mengatakan, hal itu terpaksa dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sehingga murid tidak ketinggalan pelajaran.
“Memang aula dan gudang kurang memadai. Kami terpaksa sembari menunggu perbaikan ruang kelas yang roboh atap nya,” pungkasnya.edit
















