Tegal – Wilayah Pantura Barat khususnya Tegal dan Brebes berpotensi terjadi gempa yang relatif kecil dan hampir tidak mungkin menyebabkan tsunami.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Jawa Tengah, Setyoajie Prayoedhie ST MDM saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/10/2018).
Setyoajie menyampaikan, sesar Baribis-Kendeng memanjang di bagian Utara pulau Jawa mulai dari Timur Jawa Barat hingga Jawa Timur.
“Segmen sesar tersebut melewati wilayah Tegal dan Brebes sehingga dinamakan sesar Baribis-Kendeng-Tegal dan sesar Baribis-Kendeng-Brebes,” kata Setyoajie.
Pergerakan laju geser kedua segmen tersebut cukup kecil yaitu sebesar 4.5 mm/tahun (bandingkan dengan sesar Palu Koro di daerah Palu sebesar 20-40 mm/tahun).
Dilihat dari peta seismisitas Jawa, sebagian besar gempa yang pernah terjadi di wilayah sekitar Tegal dan Brebes (kotak biru) berada di kedalaman menengah 100 km dan diyakini berasal dari aktivitas subduksi bukan dari segmen sesar.
“Wilayah Pantura Barat khususnya Tegal dan Brebes memiliki potensi bahaya kegempaan yang relatif kecil dan hampir tidak mungkin menyebabkan tsunami,” jelas Setyoajie.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan jangan asal percaya dengan berita yang belum jelas.nin/edit
















