Polres Boyolali Bongkar Makam dan Autopsi Jasad Wanita Diduga Korban Kekerasan

oleh

BoyolaliKepolisian Resor Boyolali membongkar makam Novi Septiani, seorang ibu muda yang dicurigai tewas secara tak wajar. Pembongkaran dilakukan sebagai rangkaian penyelidikan untu selanjutnya dilakukan outopsi.

Pembongkaran dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Kyai Sundigong, Desa Kebongulo, Musuk, Boyolali Minggu (7/10).

“Pembongkaran dilakukan karena kematian ibu muda itu diduga tidak wajar. Penyelidikan dilakukan untuk dapat mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi disela-sela menyaksikan pembongkaran makam.

INFO lain :  Polres Boyolali Menyiapkan Tujuh Pos Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru

Polres Boyolali bekerja sama dengan DIV Polda Jateng dalam pembongkaran mayat Novi. Setelah dibongkar dan mayat korban diangkat dan dilanjutkan outopsi di tempat tersebut.

“Korban inisial NS (Novi Septiani), 22 tahun. Masih cukup muda. Pekerjaannya Ibu rumah tangga dan memiliki satu anak (yang masih kecil),” kata Aries.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban meninggal dunia, Senin (1/10) dini hari. Warga Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali ini lalu dimakamkan pada hari itu juga.

INFO lain :  Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin Dicopot atas Kasus Dugaan Pelecehan

Novi dilaporkan meninggal mendadak. Pada awalnya Polres Boyolali tidak mendapatkan laporan tentang kematian korban karena keluarga menganggap sebagai kematian wajar.

Selang beberapa hari kemudian berkembang informasi dari masyarakat, pada saat jenazah korban dimandikan. Ditemukan beberapa tanda seperti bekas kekerasan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari masyarakat.

Polisi langsung memintai keterangan kepada saksi-saksi, di antaranya suami korban, orang tua korban, warga yang memandikan jenazah, sejumlah tetangganya hingga perangkat desa setempat.

INFO lain :  Kasus Penganiayaan Pembakaran di Simo Boyolali, Pelaku Diburu

Kapolres menyatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini karena masih proses penyelidikan. Pihaknya mengaku tidak bisa menduga-duga siapa pelakunya.

“Namun tentunya penyidiklah dengan alat bukti yang cukup bisa merangkai peristiwa ini dan tentunya akan bisa menemukan siapa pelaku apabila benar ini korban meninggal karena suatu peristiwa pidana. Makanya sama-sama kita tunggu perkembangan hasil forensiknya,” ungkap Aries.edit