INFOPlus –Telur adalah makanan murah, kaya nutrisi, mudah didapat dan mudah menyiapkan hingga menjadikannya makanan pokok yang sangat baik bagi banyak orang. Mengonsumsi putih telur dan kuning telur bersama dalam satu telur utuh juga mengandung keseimbangan yang tepat antara protein, lemak, dan kalori yang memungkinkan kebanyakan orang merasa kenyang saat makan.
Seseorang yang didiagnosis memiliki kolesterol tinggi, salah satu makanan yang umumnya dihindari adalah telur, terutama bagian kuning telurnya. Kuning telur kadung memiliki reputasi yang buruk karena diyakini sebagai penyumbang salah satu kolesterol tinggi. Faktanya, kuning telur memiliki banyak manfaat untuk tubuh.
Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa kadar kolesterol dalam darah meningkat tidak dipengaruhi oleh makanan yang mengandung kolesterol, seperti telur, akan tetapi dipengaruhi oleh faktor individual, seperti etnisitas, jenis kelamin, fungsi hormonal, dan nutrisi keseluruhan.
Seperti putih telur, kuning telur memiliki kandungan protein tinggi dan mengandung banyak vitamin, mineral, lemak, dan kalori penting.
Fakta tentang nutrisi kuning telur, antara lain:
- Nutrisi kuning telur bervariasi secara alami.
- Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa kuning telur mengandung sebagian besar nutrisi yang ditemukan pada telur.
- Seperti kebanyakan makanan bersumber dari hewan, telur membawa beberapa potensi risiko kesehatan.
Manfaat Kuning Telur
Sebuah studi di 2015 menemukan bahwa wanita Meksiko-Amerika gemuk usai makan telur secara teratur setelah kehamilan mendapat nilai lebih tinggi pada Indeks makan sehat daripada mereka yang tidak, hal ini menunjukkan bahwa manfaat kuning telur mungkin berperan dalam pola makan yang sehat.
Kemungkinan manfaat kuning telur yang terkait dengan kesehatan meliputi:
- Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, termasuk antioksidan, antimikroba, dan anti kanker.
- Meningkatkan kesehatan mata, termasuk menurunkan risiko degenerasi makula, dan katarak terkait usia.
- Meningkatkan kepadatan tulang dan ketahanan.
- Menjaga produksi dan komposisi darah yang sehat, terutama kandungan zat besi dan faktor pembekuan.
- Menjaga metabolisme yang sehat dan teratur.
- Meningkatkan metabolisme lemak dan protein.
- Meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan seluler.
- Meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
- Menjaga tekanan darah yang sehat.
- Meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.
- Memperbaiki kesehatan usus dan kandung kemih.
- Meningkatkan penyerapan gizi selama pencernaan.
- Produksi dan kesehatan neurotransmiter.
- Memperbaiki perkembangan otak dan kesehatan.
- Mengurangi risiko obstruksi usus dan batu ginjal.
- Mengurangi keseluruhan radang tubuh.
Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa tikus betina yang mengonsumsi protein kuning telur cenderung tidak terinfeksi oleh Helicobacter pylori, bakteri yang umumnya menyebabkan infeksi usus.
















