Satu Tahun Kepemimpinan Agustina Iswar, Apa Saja Capaian untuk Semarang?

oleh
Jumpers Agustina Iswar
Jumpa pers setahun kepemimpinan Agustina dan Iswar di Kota Semarang. (Foto: Ist)

“Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting (resilience) ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan,” beber Wali Kota Agustina, saat jumpa pers satu tahun kepemimpinannya di aula Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2).

Kepemimpinan Agustina dan Iswar berperan sebagai poros penggerak yang menyelaraskan seluruh instrumen pemerintahan. Saat kebijakan pusat menekan sektor tertentu, fondasi kota yang kuat, hasil dari lima tagline, justru mengalihkan energi ekonomi ke sektor lain yang lebih tangguh.

Lima Tagline sebagai fondasi ketangguhan Kota Semarang rinciannya sebagai berikut:

INFO lain :  Libur Panjang Imlek, Pemkot Semarang Tetap Kawal Distribusi Logistik Pemilu

1. Semarang Bersih

Lebih dari sekadar kebersihan, tagline ini tentang membangun budaya baru Semarang Wegah Nyampah. Sebuah budaya yang terbangun dari dalam rumah untuk memilah sampah.

Tata kota yang tertib dan bersih juga menjadi fondasi kesehatan masyarakat dan daya tarik investasi, yang tercermin dari pengeluaran per kapita warga mencapai Rp17,40 juta per tahun.

Demi menjaga kenyamanan dan kebersihan di Kota Semarang, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan perbaikan dan menambah jumlah kontainer serta armada dump truck, dengan harapan sampah residu dari masyarakat bisa terkelola pengangkutannya dari hulu ke hilir.

INFO lain :  Sekolah Gaib Muncul di Sistem PPDB, Disdik Kota Semarang Beri Penjelasan

Tahun 2025 total memiliki 454 kontainer dan 237 TPS. Upaya ini telah menghasilkan dampak ekonomi sirkular sebesar Rp 570.233.661, dan berhasil mengelola 221.299 ton sampah.

Gerakan Semarang Bersih mencakup pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Membentuk 1.074 unit bank sampah, dan melibatkan 35.411 sumber daya.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, mewujudkan Semarang Bersih juga diimbangi dengan memperluas wilayah konservasi. Pemkot telah melakukan penghijuan di lahan seluas 16,58 hektare.

Melakukan penanaman 46.510 bibit, serta membangun tiga ruang tebuka hijau (RTH), yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, serta Taman Dinar Mas Meteseh.

INFO lain :  Resmi Pimpin Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Iswar Siap Jadi Pelayan Rakyat

Semarang bersih juga bukan sekadar berbicara soal lingkungan, namun juga komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, gratifikasi maupun pungli.

Penghargaan manajemen talenta dari BKN Republik Indonesia pada Januari 2026 menjadi bukti komitmen Agustina Iswar dalam mentransformasi birokrasi, menempatkan pejabat sesuai keahlian dan bukan titipan.

2. Semarang Sehat

Dibangun dengan pendekatan ekosistem, Semarang meraih predikat Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia (UI Green Metric 2025). Rehabilitasi 10.000 batang mangrove dan layanan kesehatan proaktif berkontribusi pada Angka Harapan Hidup 78,72 tahun.