Promosi Doktor Bahlil Lahadalia dan Kegaduhan Publik: Perspektif Co-Promotor

oleh

Promosi Doktor Bahlil Lahadalia (BL) menimbulkan kehebohan luar biasa di kalangan dunia pendidikan di Indonesia. Kebencian dan ketidaksukaan terhadap sosok Bahlil, membuat kita sampai lupa adab, akhlak serta hilang kecerdasan dan logika seketika, sehingga dengan gampang menghakimi dan menjatuhkan hukuman kepada Universitas Indonesia dan orang-orang yang terlibat di dalam proses doktor BL. Saya sebagai salah seorang yang terlibat langsung (co-promotor), di hari H+1 saya cenderung diam karena perdebatan terkait dengan kualitas disertasi dan kewajaran waktu tempuh studi, karena hal ini memang sangat debatable.

Campuran sumpah serapah, caci maki, fitnah, framing, imaginasi, dan hoaks begitu dipercaya baik kaum awam maupun terpelajar, membuat suasana semakin liar tidak ada ujungnya. Para cendekia yang seharusnya memiliki daya kritis terhadap sebuah fenomena, selalu melakukan cek & ricek terhadap sebuah fakta, menggali informasi dari sumber aslinya, mendadak amnesia sehingga semakin membuat gaduh suasana. Saya (TD-Teguh Dartanto) tidak bermaksud membela diri, tetapi mencoba memberikan informasi data, fakta dan juga cerita dibalik kejadian yang sebenarnya. Bersihkan hati, singkirkan benci dan silahkan nilai sendiri.

1. BL pernah bertanya terkait sekolah S3 di UI. TD menyarankan untuk tidak mengambil S3 di FEB UI karena S3 FEB UI di semester pertama terdapat kuliah terstruktur di hari kerja. S3 jalur riset di SKSG UI merupakan opsi yang paling memungkinkan.

INFO lain :  Kamera ETLE Resmi Terpasang di 34 Polda, Kapolri Harap Sistem Ini Dikembangkan hingga Tataran Bawah
INFO lain :  Selama 2019 Terjadi 11.573 Gempa Bumi

2. BL memenuhi syarat untuk mendaftar sekolah S3 di SKSG UI karena telah lulus di Magister Ilmu Ekonomi dari UNCEN di tahun 2009. Saya melihat scanned Ijazah di sistem SKSG UI. Informasi yang di data PDDIKTI kurang akurat mengenai BL mengundurkan diri. Saya mengecek beberapa nama di sistem PDDIKTI ternyata banyak yang masuk kuliah 1 Januari 1970 ketika yang bersangkutan belum lahir.

3. Dua pertanyaan penelitian yang memotivasi BL untuk S3 UI yaitu: apakah kebijakan hilirisasi nikel yang dikerjakan saat ini, secara akademik benar/tepat (evidence-based policy)? Jika kurang tepat, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kebijakan hilirisasi membawa manfaat yang lebih besar? BL memiliki kewenangan membuat dan merubah kebijakan hilirisasi, sehingga jawaban atas dua pertanyaan ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kebijakan hilirisasi di masa depan. Selain itu, BL juga memiliki privilege akses informasi, data, dan sumber daya untuk melakukan penelitian ini jauh sebelum mendaftar sekolah. Dalam konteks saat ini seperti akreditasi AACSB (akreditasi internasional terkemuka sekolah bisnis yang dimiliki FEB UI), memiliki mahasiswa dan disertasi seperti ini akan sangat bermanfaat untuk societal impacts.