PJ Gubernur Jateng Jemput Prabowo Di Lanumad Ahmad Yani, Semarang

oleh
(Foto: Mh)

Semarang – INFOPlus. Akui Temui Capres Prabowo subianto Di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Ramai di media sosial unggahan foto PJ Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengaku hanya menjemput sebagai kepala daerah terhadap atasannya. Hal itu dilakukan saat cawapres Prabowo Subianto akan menghadiri hut PSI ke-9 di Stadion Jatidiri, Semarang pada (09/12).

“Menjemput ya, menjemput dan menerima dengan baik, jadi seluruh menteri atau pemerintahan pusat, dalam hal ini apakah kementerian atau lembaga, kami ketika ada kesempatan untuk menjemput, kami lakukan penjemputan itu. Kami itu suatu keharusan bagi kita sebagai pejabat di daerah, tentunya memberi penjemputan itu lumrah, hal yang biasa itu,” ujar Nana Kamis (21/12).

Nana juga tidak membantah bila peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Desember 2023 lalu. Diketahui, saat itu, Prabowo memang menghadiri HUT PSI di Stadion Jatidiri, Semarang sebagai capres yang diusung PSI.

INFO lain :  Harga Beras Naik, Begini Respons Pemerintah

“Kemarin kejadiannya di Bandara Lanumad, itu acaranya hanya penjemputan dan setelah penjemputan itu beliau melakukan kegiatan, kami pun melakukan kegiatan yang lain, kami tidak pernah melakukan kegiatan apalagi terkait masaah pemilu, itu tidak kami lakukan,” terangnya.

INFO lain :  Gen Z Diajak Pegadaian Melek Finansial Lewat Ali yang Terheran Herman

Nana juga membantah jika dirinya mengenakan baju yang sama dengan tim kampanye Prabowo yakni biru. Ia menegaskan baju yang ia pakai merupakan kameja abu-abu.

“Kemudian masalah baju, itu kan baju saya warna abu-abu, jadi tidak sama dengan yang lain,” jelasnya.

Terakhir ia kembali menegaskan, seorang penjabat baik (PJ) gubernur, wali kota, dan bupati wajar saja bila menyambut atasan atau pimpinan.

INFO lain :  Pemkot dan PKK Semarang Bangun Karakter Anak Lewat Gebyar PAUD

“Kemudian hal yang saya sampaikan: penjabat gubernur, penjabat walikota, pejabat bupati ini adalah kepala daerah, ya memang kita harus netral, tapi dalam hal kedinasan itu hal yang wajar ketika kita menjemput pimpinan kita, menteri, apakah ketua MPR, ketua DPR, itu atasan kami, itu suatu hal yang wajar untuk kami jemput,” pungkas Nana. (Mh/Mw)