Musim Hujan, Wali Kota Semarang: Ayo Berantas Jentik dan Sarang Nyamuk

oleh
Memasuki musim hujan, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu minta warganya tak lelah berantas sarang dan jentik nyamuk. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Memasuki musim hujan, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu minta warganya untuk rutin lakukan pemberantasan jentik dan sarang nyamuk. Upaya ini bagian dari ikhtiar jaga kesehatan.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita ini menuturkan, saat ini memang sudah ada program penyelenggaraan teknologi nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia di beberapa kecamatan. Namun pemberantasan jentik nyamuk (PJN) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus tetap dilakukan.

“Banyaknya lahan kosong dengan genangan air perlu diwaspadai. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu menjaga lingkungan. Masyarakat harus bisa menggiatkan PSN di rumah dan lingkungan sekitar,” kata dia, Kamis (23/11).

INFO lain :  Bejat Banget, Bapak Cabuli Anak Sendiri Hingga Mati Lemas di Semarang

Menurut Ita, masyarakat perlu menjaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan demam berdarah. Untuk itu diperlukan kepedulian peran serta aktif masyarakat untuk bergotong royong melakukan langkah-langkah pencegahan penularan demam berdarah melalui PJN dan PSN.

“Kami mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup Blbersih dan sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan PSN sebagai antisipasi perubahan musim ini,” paparnya.

Pemkot Semarang juga akan melibatkan banyak pihak untuk menggalakkan program PJN maupun PSN. Selain memaksimalkan peran personel kelurahan, Pemkot Semarang juga melibatkan kader PKK di tiap kelurahan. Bahkan melibatkan RT dan RW.

INFO lain :  Mumpung Belum Jadi Presiden! Puluhan Ribu Warga Klaten Berebut Foto Bareng Ganjar

“Demam berdarah memang salah satu yang harus diantisipasi, karena saat hujan akan banyak air menggenang di tumpukan sampah, kolam, dan pot-pot. Genangan ini menjadi salah satu tempat untuk berkembang biaknya nyamuk,” beber dia

. Sehingga melalui PKK kami giatkan untuk aktif menggerakkan masyarakat PJN dan PSN. Tentunya masyarakat juga harus rajin membersihkan genangan air untuk mencegah penyakit-penyakit itu,” imbuh Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, selama masa pancaroba, tubuh manusia cenderung mengalami perubahan respons, termasuk penurunan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi atau penyakit lain karena respons tubuh yang harus beradaptasi dengan perubahan cuaca.

INFO lain :  Upah Minimum Provinsi Naik, Pengusaha Dilarang Takut

Hakam menyoroti beberapa penyakit yang umumnya muncul selama masa pancaroba. Di antaranya demam berdarah, ada juga ISPA seperti bronkitis, pilek, influenza dan batuk.

“Karena itu sangat penting menjaga kebersihan lingkungan dengan mengikuti protokol kesehatan 3M plus dan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,” tukasnya. (Ags/Mw)