‘Malapetaka’ Baru Bumi Serang RI, Disorot Media Asing

oleh

Disebut pula, negara sebesar Indonesia idealnya memiliki minimal 4.000 bendungan dan waduk untuk menampung air saat musim hujan dan menyalurkannya kembali saat musim kemarau. Namun negara berpenduduk 270 juta ini sejauh ini hanya memiliki 235.

“Kami membutuhkan infrastruktur air yang masif untuk meningkatkan kemampuan kami dalam memasok air bersih, mengendalikan banjir, dan sebagainya. Kami masih jauh (dari ideal) dan tentunya tidak akan mudah,” tambah media itu mengutip pakar teknik lingkungan dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali.

Sebelumnya, “malapetaka” baru yang kini mengancam bumi, yakni kekeringan juga terjadi di belahan bumi lain mulai dari Jerman hingga Panama. Di Panama misalnya otoritas memutuskan untuk membatasi kapal yang melintasi Terusan Panama, yang menjadi urat nadi perdagangan antara Samudera Pasifik dan Atlantik.

INFO lain :  2 Orang di Cilacap Tewas Usai Pesta Miras
INFO lain :  132 Anak Sunat Massal di Solo

Otoritas Terusan Panama (ACP) telah menerapkan serangkaian draf pembatasan untuk jalur air yang membuat jumlah kapal kargo yang dapat diangkut berkurang. Mulai Minggu, 30 Juli 2023, kapasitas transit harian Terusan Panama akan disesuaikan menjadi rata-rata 32 kapal per hari, di mana hanya ada 10 kapal di pintu air neo-panamax dan 22 kapal di pintu air Panamax.

INFO lain :  Mampir ke Masjid, Ternyata Siap-Siap Maling Motor

“El Nino tahun ini telah mengakibatkan kondisi yang lebih kering dari biasanya di Panama, mengintensifkan kekeringan dan menurunkan permukaan air di Danau Gatun, yang berada di aliran terusan,” muat ACP.

Sumber CNBC