BKSDA Jateng Translokasi 25 Satwa Endemik Maluku dan Papua Barat

oleh

Semarang – INFOPlus. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah translokasi atau pemulangan satwa liar dilindungi ke Maluku dan Papua Barat. Satwa yang ditranslokasi merupakan satwa hasil pengamanan maupun penyerahan dari masyarakat sepanjang 2022 hingga medio 2023 ini.

Dalam rangaka penyelamatan satwa liar dilindungi di Indonesia, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan program pelepasliaran satwa ke habitat alaminya. BKSDA Jateng selaku UPT KSDAE turut serta melaksanakan kegiatan translokasi satwa liar ke wilayah asal atau endemiknya, yakni di Maluku dan Papua Barat, Selasa (25/7).

Proses translokasi satwa melibatkan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Dinas Pertanian Kota Semarang, Balai Veteriner Kelas A Semarang, Balai Besar KSDA Papua Barat, BKSDA Maluku serta PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Maskapai Garuda Indonesia CSC Semarang dan mendapat dukungan penuh dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem melalui Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jakarta.

INFO lain :  Hari Koperasi, Jalan Sehat di Kota Tegal Meriah dan Banyak Hadiah

“Satwa yang ditranslokasikan sebanyak 25 ekor yang berasal dari hasil pengamanan dan penyerahan masyarakat di wilayah Jawa Tengah,” beber Kepala Sub Bagian TU BKSDA Jateng, Untung Suripto.

INFO lain :  Walikota Semarang: Pengetatan PKM Belum Efektif Turunkan Kasus COVID-19

Didampingi Koordinator PPH BKSDA Jateng, Joko Sulistianto, Untung menyampaikan puluhan hewan tersebut merupakan jenis satwa liar dilindungi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis dan Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Satwa-satwa liar yang dikirim balik ke asal habitatnya terdiri dari 2 ekor kasturi kepala hitam, 2 ekor manukodia terompet, 6 ekor kakatua koki, dikirim ke Papua Barat melalui Balai Besar KSDA Papua Barat di Sorong. Sedangkan yang dikirim ke Maluku rinciannya, kakatua maluku sebanyak 10 ekor, kakatua tanimbar 4 ekor dan seekor nuri maluku.

INFO lain :  Penduduk Miskin di Jateng September 2017 Berkurang ?

Translokasi satwa ke Papua Barat dan Maluku menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dalam pengangkutannya telah dilengkapi dengan dokumen pendukung meliputi hasil iji PCR dan uji serologis dari Balai Veteriner Kelas A Semarang yang menyatakan bahwa semua satwa kondisi sehat atau bebas flu burung. Kemudian dilengkapi juga surat keterangan kesehatan satwa (SKKH) dari Dinas Pertanian Kota Semarang, sertifikat kesehatan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, dan surat angkut tumbuhan satwa liar dalam negeri (SATS-DN) dari BKSDA Jateng.