Semarang – INFOPlus. Ancaman bencana kekeringan mengintai. Pemkot Semarang melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terancam kekeringan guna memudahkan upaya penanggulangan.
Mengantisipasi kekeringan di musim kemarau, Pemkot Semarang melakukan pendataan terkait rawan kekeringan di seluruh wilayahnya. Data dari tiap RT dan RW dikumpulkan sebagai pemetaan lokasi yang beresiko mengalami kekeringan.
“Data akan terus terupdate dan belum lama ini yang melapor membutuhkan bantuan air adalah di 2 RT di wilayah Kelurahan Jabungan dan 3 RT di wilayah Kelurahan Rowosari,” ungkap Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Semarang, Muhammad Khadik, Sabtu (1/7)
Di dua wilayah kelurahan tersebut, lanjut Khadik, telah dikirimkan bantuan tangki air bersih PDAM sebagai langkah penanganan jangka pendek.
Melalui Satgas Penanggulangan Bencana Alam (PBA), warga masyarakat ataupun pengurus RT, RW dapat melapor jika membutuhkan bantuan air bersih. Satgas PBA sendiri merupakan gabungan lintas sektor seperti BPBD, PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman.
Bantuan air bersih juga telah dikirim ke wilayah RT 02 RW 03, RT 02 RW 05, RT 04 RW 01 Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik sebanyak 6 tangki air bersih pada 12 Juni 2023 dan 2 tangki air bersih pada 19 dan 26 Juni 2023. Rutin setiap dua minggu sekali akan dikirim air bersih pada ketiga wilayah tersebut.
Sementara untuk wilayah RW 06 dan RW 09 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang telah dikirim dua tangki air bersih pada 27 Juni 2023. Selanjutnya, akan dikirim air bersih sesuai permintaan dan kebutuhan warga sampai kondisi stabil.
Terkait upaya jangka panjang, Pemkot Semarang melalui Satgas PBA juga melakukan survei dan pengecekan lapangan oleh Disperkim bersama PDAM. Survei guna memastikan kelayakan dan kemungkinan lokasi tersebut untuk mendapat akses air dari PDAM.
“Jika dimungkinkan, maka akan dilakukan pemasangan jaringan PDAM. Sementara kalau air atas pada daerah tersebut tidak layak konsumsi, seperti di Kelurahan Jabungan yang air atasnya mengandung kapur maka akan ditindaklanjuti dengan pembuatan sumur artetis dalam komunal,” terang Khadik.
Sebelumnya, juga telah dilakukan pemasangan pipa resapan di beberapa titik di Kota Semarang. Diharapkan dapat menghasilkan daya resap air hujan cukup tinggi. Sehingga berguna untuk memperbaiki pasokan air tanah sebagai cadangan saat musim kemarau, sekaligus sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kota Semarang.
“Kami juga gencar dalam upaya penanaman pohon, tidak hanya untuk memberi keteduhan kepada masyarakat, tetapi juga sebagai penyerap air dan menyimpannya,” imbuh dia. (Ags/Ts)














