Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang terus berikhtiar di penanganan banjir di wilayahnya. Salah satunya lewat strategi penguatan sistem drainase.
Penanganan banjir menjadi salah satu konsen Pemkot Semarang di pembangunan wilayah. Di wilayah timur Semarang, pemkot menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana berupaya melakukan penanganan lewat penguatan sistem drainase.
“Kita itu intinya kolaborasi. Pemkot Semarang tidak dapat bergerak sendiri karena membutuhkan juga pola kerja sama, salah satunya dengan BBWS. Alhamdulillah, kolaborasi lintas instansi ini berjalan on the right track,” terang Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin (12/6).1
Baik BBWS Pemali Juana maupun Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU), berbagi peran sehingga program dan kegiatan seperti pengerukan sedimentasi, penambahan unit pompa dan pembuatan tanggul hingga kolam retensi dapat berjalan dengan baik.
Penambahan pompa dan pintu air menjadi salah satu kunci dalam penguatan drainase tersebut. Seperti di sub sistem Kali Tenggang, ada penambahan 6 pintu air di rumah pompa Tenggang.
Jika semula hanya ada 2 pintu, kini BBWS telah membangun menjadi 8 pintu air. Diperkuat dengan penambahan 4 unit pompa di kolam retensi Muktiharjo Kidul yang setiap unitnya berkapasitas 1.500 liter / detik.
Di drainase Kali Sodor, BBWS akan melakukan penambahan 7 pompa di rumah pompa Kandang Kebo serta penambahan 8 pintu air di rumah pompa Sringin, dari semula 2 pintu menjadi 10 pintu air.
Melalui penambahan pintu air dan pompa ini diharapkan arus air dapat bergerak cepat untuk dialirkan ke hilir saat musim penghujan.
Penambahan fasilitas pompa dan pintu air tesebut juga disertai dengan sejumlah normalisasi dan pengerukan sedimentasi. Baik DPU Kota Semarang maupun BBWS Pemali Juana berbagi peran di pengerukan sedimentasi tersebut.
Sejumlah solusi tersebut juga diperkuat dengan keberadaan sejumlah kolam retensi di Kali Tenggang Muktiharjo Kidul dan Tlogosari. Termasuk rencana pembuatan kolam retensi di Kali Sodor pada tahun 2023 ini.
Melalui sejumlah kegiatan kolaborasi itu diharapkan terjadi penguatan sistem drainase di wilayah timur Semarang. Sehingga pada musim penghujan 2023–2024, Kota Semarang khususnya di wilayah aliran Kali Tenggang, Sringin dan Babon dapat terbebas dari banjir. (Ags/Ts)















