Semarang – INFOPlus. Kota Semarang ditunjuk Kementerian Kesehatan menjadi pilot project penanganan demam berdarah dengue (DBD) dengan strategi bioteknologi. Yakni penanganan melalui nyamuk berbakteri wolbachia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan Kota Semarang dipercaya menjadi salah satu daerah di Indonesia yang jadi proyek percontohan penyebaran nyamuk berbakteri wolbachia guna menekan kasus DBD.
Budi pun merespons positif gerak cepat Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang langsung menindaklanjuti dengan melaunching
Inovasi Implementasi Wolbachia Ing Kota Semarang (Wingko Semarang).
Selain Semarang, kota lain yang akan dibiayai Kemenkes) untuk menjadi pilot project adalah
Jakarta Barat, Bontang, Kupang, dan Bandung.
Budi menjabarkan strategi yang akan digunakan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya menangani penyebaran DBD di berbagai kota di Indonesia. Terdapat dua strategi yang akan digunakan, yakni bioteknologi dan vaksinasi.
Bioteknologi akan membuat nyamuk demam berdarah mandul lewat bakteri Wolbachia, sedangkan vaksinasi akan membuat manusia menjadi kebal dari DBD.
“Ini kita menggunakan bio teknologi untuk nyamuk yang berpotensi menularkan demam berdarah, kita buat agar nyamuk ini kasarannya mandul. Jadi dia tidak menularkan virus yang menyebabkan demam berdarah. Strategi kedua kita sedang mempelajari tentang vaksinasi demam berdarah. Sehingga orangnya yang dibikin kebal,” beber dia.
Sementara, Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang bersyukur Kota Semarang menjadi pilot project dan launching penyebaran nyamuk berbakteri wolbachia. Dirinya berharap setelah ini kasus DBD bisa turun, khususnya di wilayah Kecamatan Tembalang.
“Alhamdulillah, Kota Semarang dijadikan pilot project yang pertama kali di Indonesia. Di Kota Semarang sekarang ada 200-an kasus DBD dan khusus di Kecamatan Tembalang ini paling tinggi. Sehingga diharapkan dengan pilot project ini kasusnya bisa turun,” terangnya.
Ia juga memmerintahkan jajaran kecamatan untuk turun langsung ke masyarakat sebagai komitmen Pemkot Semarang dalam upaya menurunkan kasus DBD.
“Kami berkomitmen untuk bagaimana menurunkan kasus DBD di Kota Semarang. Maka di sini ada teman-teman dari camat, dan khusus camat Tembalang harus turun ke masyarakat. Kami juga mohon doa agar Wingko Semarang ini bisa menurunkan kasus DBD di Kota Semarang,” pungkas Ita. (Ags/Ts)
















