Kedua tim kerap berjumpa dalam berbagai turnamen atau kejuaraan nasional, seperti Sirkuit Nasional (Sirnas).
“Kita kalau di Sirnas sudah beberapa kali bertemu Jaya Raya, dan saya rasa (kekuatan masing-masing tim) imbang. Ada beberapa sektor kita menang, tapi ada juga beberapa sektor yang kita kalah. Di semifinal nanti adalah masalah siapa yang siap, dia yang menang,” kata Engga.
Pertandingan semifinal di sektor U-17 putri lainnya akan mempertemukan BAM Malaysia dengan Banthongyord Thailand. BAM Malaysia harus berjuang keras mengalahkan Hong Kong China untuk merebut tempat terakhir di babak empat besar. Skuad putri Negeri Jiran memastikan kemenangan 3-2 melalui penampilan gemilang ganda Carine Tee Xin Qi/Tan Xin Yu, yang berhasil menang dengan skor identik 21-14, 21-14 atas Hong Xuan Jiao/Sung Ying Huen
Pelatih BAM Malaysia, Ameer Zainuddin mengapresiasi perjuangan keras para pemainnya di fase penyisihan, mengingat setiap pemain yang diboyongnya ke Magelang adalah para debutan yang baru kali pertama menjajal pertandingan skala internasional.
Setelah mengalami kekalahan di laga pertama fase penyisihan grup, lanjut Ameer, jajaran pelatih berupaya membangun kembali kekompakan di antara pemain, guna memetik tiket semifinal.
Dalam menghadapi Banthongyord di babak empat besar, Ameer menilai lawan asal Kota Bangkok tersebut memiliki sejumlah pemain unggulan. Namun, ia tak meragukan kegigihan skuad Malaysia meski di atas kertas, lawan lebih kuat.
“Memang kans ada pada Thailand. Tapi hal tersebut justru kami ambil sebagai peluang, bahwa para pemain muda kami ini mampu memberikan kejutan,” katanya.
Sumber Antara
















