Bulog Banyumas dapat alokasi 2.000 ton beras impor perkuat stok

oleh

Purwokerto – Perum Bulog Cabang Banyumas mendapatkan tambahan pasokan beras dari Bulog Cabang Tegal untuk menambah ketersediaan stok beras di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, hingga datangnya masa panen. Selain itu, untuk memperkuat stok, sebanyak 2.000 ton beras impor akan masuk ke gudang Bulog Banyumas sesuai alokasi dari pusat.

“Dari total penambahan yang kami ajukan ke Kantor Pusat Perum Bulog sebanyak 1.500 ton, minggu kemarin sudah terealisasi sekitar 650 ton,” kata Pimpinan Bulog Cabang Banyumas Rasiwan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Menurut dia, penambahan tersebut merupakan pengalihan dari Bulog Cabang Tegal yang secara kebetulan masih memiliki stok beras.

Kendati baru mendapatkan 650 ton dari total pengajuan sebanyak 1.500 ton, dia mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan kekurangannya yang mencapai kisaran 850 ton.

“Kebetulan kami akan mendapatkan alokasi beras impor sebanyak 2.000 ton. Saat ini kami sedang mengupayakan pengangkutan beras tersebut ke Banyumas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rasiwan mengatakan dengan bertambahnya stok beras di gudang Bulog Banyumas, pihaknya akan lebih fokus terhadap program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya akan menjual beras kualitas secara langsung melalui kegiatan SPHP ke pasar-pasar tradisional khususnya pasar yang dipantau oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Hal itu kami lakukan untuk menekan gejolak kenaikan harga beras di pasaran,” katanya.

Sebelumnya, Rasiwan mengatakan jika pihaknya telah mengajukan penambahan stok beras medium ke Kantor Pusat Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan pasokan di Banyumas hingga datangnya masa panen.

“Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, untuk masa panen di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara diprediksi akan berlangsung mulai pertengahan Februari,” jelasnya di Purwokerto, Rabu (11/1).

Bahkan, kata dia, masa panen hasil musim tanam pertama tahun 2022-2023 (Oktober-Maret) di wilayah eks Keresidenan Banyumas itu merupakan panen raya.

Dengan adanya panen raya, dia mengharapkan harga gabah maupun beras di tingkat petani dapat segera turun dan sesuai dengan harga pembelian yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga penyerapan yang akan dilakukan oleh Bulog Banyumas bisa berjalan maksimal.

“Kami masih menunggu harga pembelian pemerintah (HPP) yang nanti akan diputuskan oleh Badan Pangan Nasional, termasuk dengan target penyerapan atau pengadaan gabah untuk Bulog Banyumas,” katanya.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, Purwokerto, Selasa (24/1), harga beras kualitas medium hingga saat ini masih bertahan pada kisaran Rp12.500-Rp13.000 per kilogram.

Sumber Antara