PEKALONGAN – Tebing setinggi 75 meter di tengah hutan longsor dan menutup akses jalan yang menghubungkan Desa Kutorembet dengan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.
Material longsor menutupi badan jalan. Sementara alat berat tidak bisa didatangkan ke lokasi longsor akibat medannya yang sulit.
“Alat berat tidak bisa naik, makanya kita bersama warga kerja bakti untuk membersihkan material longsor,” terang Kanit Bimas Polsek Lebakbarang Bripka Agus Tri Handoko, Senin (13/1).
Menurutnya, diperkirakan akan membutuhkan waktu lima hari untuk membersihkan material longsor yang menutup akses antardesa tersebut. Tebing tersebut longsor pada Jumat lalu.
“Kemungkinan butuh waktu lima harinan, karena kalau hujan turun otomatis kerja bakti berhenti. Takut kena longsor susulan. Tebingnya tinggi sekali, kurang lebih 75 meter,” kata dia.
Ditambahkan, jalan itu merupakan akses terdekat dari Desa Kutorembet ke Desa Mendolo, dan sebaliknya.
“Sekarang warga lewatnya Desa Lebakbarang. Muternya lebih jauh. Jika lewat jalur yang longsor itu, bisa ditempuh 10 menitan, kalau lewat Lebakbarang bisa makan waktu 45 menit,” imbuh dia.
Sementara itu, selama cuaca ekstrem di musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan Taru) Kabupaten Pekalongan siaga 1 bencana alam.
DPU dan Taru menyiagakan dua alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Pasalnya, selama musim hujan, potensi tebing longsor dan menutup badan jalan rentan terjadi di jalur pegunungan.
Di awal tahun 2020 ini, tebing longsor juga menutupi akses jalan di Blok Tempurung, Desa Bantar Kulon, Kecamatan Lebakbarang.
Akibatnya, akses jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Karanganyar dengan Lebakbarang sempat terisolasi selama beberapa jam. Akses bisa dibuka setelah alat berat dari DPU dan Taru didatangkan ke lokasi longsor.(mht)
















