Belajar Bersama-sama Maestro Kesenian Lengger Wonosobo

oleh
Tarian lengger menutup kegiatan BBM di Wonosobo, Jawa Tengah.

Hasil dari penggodokan selama tujuh hari tersebut kemudian dipraktikkan. Para seniman dan pegiat seni muda tampil dengan memesona ketika mementaskan dua tarian, yaitu tari Sekar Melati yang dibawakan oleh tujuh orang peserta, dan tari Lengger Banyusobo yang ditarikan oleh 20 orang peserta.

Lengger Sekar Melati adalah Lengger yang diciptakan oleh penari Rianto pada 2020. Ia menggagas tarian ini untuk mempersatukan semangat para pecinta budaya dari seluruh nusantara hingga mancangera. Sedangkan Lengger Banyusobo adalah kreasi tari yang memiliki pesan bahwa perjalanan budaya pedesaan, yaitu kehidupan masyarakat Banyumas dan Wonosobo memiliki kesamaan tradisi.

Menurut Rianto, Lengger Banyusobo adalah Lengger yang geraknya lahir dari kehidupan sehari-hari para petani. Lengger Banyusobo adalah ekspresi perayaan ketika tubuh menyatu dengan semestanya, gerak liuk tubuh menyerupai ikan, tumbuhan, tanaman padi dan eksotisme ritual tubuh-tubuh petani yang menyuburkan kehidupan tanah ibu pertiwi sebagai persembahan terhadap buminya.

INFO lain :  Tebing Tambang Longsor, Penambang Jadi Korban
INFO lain :  Dua Calon PPK Anggota Parpol

Dalam penutupan BBM, dua maestro Sukarsih dan Sri Winarti turut mementaskan tari Lengger Gambyong dan Lengger Sontoloyo. Begitu juga dengan Rianto, menampilkan tarian Lengger Lanang. Selain itu, juga tampil empat maestro Lengger Lanang dari Wonosobo yang sudah puluhan tahun tidak aktif.

INFO lain :  Ratusan Fotografer 22 Negara Ikuti Pameran Bara-Api di Kabupaten Magelang

Para Lengger Lanang dari Wonosobo tersebut tampil begitu istimewa di acara penutupan BBM untuk memotivasi kaum muda dan menunjukkan bahwa Lengger Lanang Wonosobo masih eksis.

Sumber Antara