Dipersempit, Mobil yang Boleh Isi Pertalite Hanya 1.400 cc!

oleh
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga berencana mengatur pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan juga BBM Solar Subsidi.

Sedangkan, jika kriteria yang boleh mengkonsumsi Pertalite berdasarkan spesifikasi kendaraan roda empat ber cc di atas 1.500 ia pesimistis implementasinya di lapangan akan berjalan lancar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan pendaftar dari Program Subsidi Tepat Sasaran MyPertamina kian hari terus meningkat. “Sampai kemarin sudah tembus 1 juta kendaraan,” ujar Irto kepada CNBC Indonesia, Rabu (31/8/2022).

Sementara itu, di tengah upaya pemerintah mengatur pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi melalui Program Subsidi Tepat Sasaran, secara bersamaan pemerintah juga berencana untuk mengerek harga BBM.

INFO lain :  Wiranto : Pilkada, Antisipasi Serangan Cyber dan Minta Setop Mutasi Pejabat

Lantas apakah dengan naiknya harga BBM, masyarakat masih perlu mendaftarkan kendaraannya melalui booth pendaftaran yang disiapkan perusahaan, dan juga melalui web subsidi.MyPertamina? Menanggapi hal itu, Irto mengatakan bahwa selama Pertalite dan Solar masih disubsidi maka pembatasan sangat diperlukan.

INFO lain :  Bisnis Kuliner Gibran Dapat Suntiķan Dana Rp28 Miliar

“Kalau sudah sesuai dengan keekonomian, tentunya berlaku mekanisme pasar. Harganya floating. Namun bila masih ada unsur subsidi di dalam BBM, maka diperlukan data pengguna agar bisa tepat sasaran (pembatasan untuk yang berhak),” ujarnya.

INFO lain :  Alasan Pigai Sebut Nama Ganjar dalam Cuitan yang Diduga Rasis

Sebelumnya, Irto membeberkan penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli saja misalnya sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL). Artinya, kuota hingga akhir tahun hanya tersisa 6,2 juta KL dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta KL.

Sumber CNBC