7. Tak yakin Kapolda Metro Jaya terlibat meski sempat memeluk dan mendukung Sambo
Mahfud membantah sejumlah tudingan yang menyematkan namanya dalam pernyataan di kasus ini, salah satunya soal keterlibatan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran dalam kasus Sambo. Kata dia, itu tidak benar dan dia ragu Kapolda ikut ditangkap.
“Enggak terfikir Kapolda Metro Jaya bagian dari itu, saya berfikir terus terang dia kena prank juga ketika peluk nangis itu dalam pikiran saya mungkin sama dibisikin saya dizolimin bang, sehingga dipeluk-peluk gitu, dalam pikiran saya. Saya menduga kena prank juga seperti Kompolnas, Komnas HAM, dan sebuah Pimred televisi besar itu,” ucap dia.
8. Tak akan asal buka dugaan kasus penyimpangan polisi sekaligus dalam kasus Sambo
Terakhir, Mahfud mengaku mendapat setumpuk dokumen laporan di Kompolnas dari para pejabat tinggi polri yang aktif maupun yang sudah purnawirawan soal permasalahan di instansi tersebut seiring dengan munculnya kasus Sambo. Tapi, dia memastikan tidak akan menyatukan permasalahan ini dalam satu kasus.
Kompolnas kata dia sudah sepakat tidak menarik hal-hal lain yang menjadi permasalahan polri, seperti dugaan bisnis judi hingga narkoba, ke dalam kasus Ferdy Sambo. Tapi dia memastikan, perbaikan polisi sebagai institusi ke depannya akan terus dilakukan setelah kasus ini dengan melibatkan banyak pihak.
“Ini tanggung jawab kita bersama, sehingga saya ingin menutup ini dengan mengutip dan memodifikasi apa yang sudah dikatakan ilmuan Islam Ibnu Taimiyah. 60 tahun kamu punya polisi yang jelek jauh lebih daripada 1 malam saja tidak ada polisi. 1 malam saja paginya sudah hilang negara itu, oleh sebab itu kita kembalikan polisi itu lebih baik,” kata dia.
Sumber Tempo
















