Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT Trans Linggamas Karyono mengatakan pihaknya selaku operator BRT Trans Jateng Purbalingga mendapat masukan dari Kadaop 5 Purwokerto agar armada Trans Jateng bisa masuk ke area parkir di pintu barat Stasiun Purwokerto.
“Ini sedang dikaji karena space jalannya sempit, sedangkan kami di dalam (area parkir) butuh manuver dengan kurang lebih space sampai 12 meter, sehingga ini butuh proses yang panjang,” katanya.
Akan tetapi, kata dia, pihak PT KAI Daop 5 Purwokerto sudah membuka diri dan berharap Trans Jateng bisa terkoneksi dengan wilayah barat Stasiun Purwokerto.
Ke depan jika wacana tersebut terealisasi, armada BRT Trans Jateng yang datang dari Bukateja, setelah menurunkan penumpang di Pasar Pon akan masuk ke area parkir barat Stasiun Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan menuju Terminal Bus “Bulupitu” Purwokerto.
Terkait dengan rencana layanan BRT Trans Jateng di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Karyono mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan penerbangan di bandara tersebut.
“Artinya, jika di sana (bandara, red.) geliat penumpangnya cukup banyak dan sudah tidak bisa diakomodasi oleh taksi bandara, kami dari Trans Jateng bisa melayani sampai ke sana,” katanya.
Disinggung mengenai kemungkinan PT Trans Linggamas menambah koridor layanan BRT Trans Jateng, dia mengatakan penambahan koridor merupakan ranah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.
“Itu sudah ranahnya ke dinas provinsi, kami tidak masuk ke sana. Itu kebijakan dan hubungannya dengan anggaran,” kata Karyono.
Sumber Antara
















