Banyumas Kaji Pengembangan Moda Transportasi Terintegrasi

oleh

Purwokerto – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan kajian terkait dengan pengembangan moda transportasi terintegrasi yang menghubungkan Terminal Bus “Bulupitu” Purwokerto, Stasiun Kereta Api Purwokerto, dan Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga.

“Saat ini pengembangan moda transportasi terintegrasi di Banyumas masih dalam kajian,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie di Purwokerto, Banyumas, Jumat.

Ia mengakui selain angkutan kota dan taksi, saat ini di Banyumas khususnya Purwokerto telah ada layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng dan bus Buy The Service (BST) Trans Banyumas.

Akan tetapi hingga saat ini, layanan Trans Jateng maupun Trans Banyumas tidak melewati depan atau pintu timur Stasiun KA Purwokerto karena pengemudi taksi termasuk ojek kurang sependapat jika operasional bus tersebut melalui Jalan Stasiun.

INFO lain :  Remaja di Banyumas Terancam Dipenjara Usai Cabuli Balita

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya mengintegrasikan moda transportasi massal bus dan kereta api dengan memanfaatkan Terminal Pasar Pon yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu barat Stasiun Purwokerto.

“Jadi, nanti penumpang KA yang akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Trans Jateng maupun Trans Banyumas bisa keluar melalui pintu barat Stasiun Purwokerto menuju terminal integrasi di Pasar Pon,” katanya.

INFO lain :  Truk Masuk Parit Akibat Tak Kuat Nanjak

Dalam hal ini, kata Agus, Terminal Pasar Pon merupakan tempat pemberhentian Trans Jateng koridor Bukateja-Purbalingga-Purwokerto pergi pulang (PP) dan Trans Banyumas koridor 1 Terminal Pasar Pon-Terminal Ajibarang PP serta Trans Banyumas koridor 3 Terminal Bulupitu-Unwiku-UMP-Terminal Kebondalem PP.

Bahkan, kata lanjut dia, Trans Jateng yang selama ini melayani koridor Bukateja-Purbalingga-Purwokerto berencana untuk membuka layanan menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman.

“Wacana tersebut muncul saat pengoperasian kembali Bandara Jenderal Besar Soedirman beberapa waktu lalu, yang diharapkan adanya moda transportasi terintegrasi di bandara,” kata Agus.

Sementara itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ayep Hanapi mengatakan beberapa waktu lalu, pihak Trans Jateng menemui Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto untuk membicarakan tentang rencana integrasi antarmoda khususnya kereta api dengan bus di pintu barat Stasiun Purwokerto.

INFO lain :  Penjual Miras dan Pemandu Lagu Karaoke di Pemalang Diamankan Karena Nekat Beroperasi saat Ramadhan

“Tapi, nanti akan kami adakan joint bersama, pemeriksaan bersama antara Trans Jateng dan Pak Kadaop di pintu barat. Ini masih wacana,” katanya.

Menurut dia, integrasi antarmoda transportasi tersebut tidak menutup kemungkinan terbuka untuk Trans Banyumas yang selama ini juga melayani penumpang di Terminal Pasar Pon seperti halnya Trans Jateng.