Selain itu, lanjut Santi, BioColoMelt-Dx juga dapat digunakan untuk menapis pasien kanker usus besar yang kemungkinan mempunyai kelainan genetik turunan berupa Lynch Syndrome. Khususnya pada pasien muda di bawah 50 tahun.
“Keluarga sedarah dari pasien dengan Lynch Syndrome kemungkinan tinggi juga mempunyai kelainan genetik yang sama membuat mereka menjadi beresiko tinggi untuk mengidap beberapa jenis kanker termasuk kanker usus besar,” jelasnya.
Dijelaskan, keluarga dari pasien yang terduga mempunyai Lynch Syndrome dapat menajalani pengawasan yang lebih awal dalam rangka deteksi dini sehingga timbulnya kanker dapat dicegah atau ditangani saat masih di stadium rendah.
Produk ini dikembangkan oleh Bio Farma dan PathGen berdasarkan penelitian oleh Dr. Susanti. Selama menjalani studi doktoralnya di University of Nottingham di bawah bimbingan Prof. Mohammad Ilyas.
Selain merupakan diaspora Indonesia peneliti kanker, Dr. Susanti juga merupakan seorang penyitas kanker usus stadium 3 yang divonis pada tahun 2014 saat berusia 30 tahun.
Sensitivitas dan spesifisitas tes BioColoMelt-Dx sangat baik (>95%) dan telah diuji menggunakan kurang lebih 300 sampel pasien kanker usus besar di UK (Nottingham) dan Indonesia dengan pembanding berupa metode deteksi standar yang telah disetujui oleh badan regulasi internasional seperti FDA (Food Drug Administration).
“Uji validasi klinis menggunakan sampel pasien Indonesia telah selesai dilakukan bersama-sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia-Rumah Sakit Dr. Cipto Mangun Kusumo, Universitas Riau, Universitas Gadjah Mada-Rumah Sakit Dr. Sarjito,” katanya.
Banyak pihak lain yang juga memberikan dukungan selama pengembangan produk BioColoMelt-Dx ini, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.
“Produk BioColoMelt-Dx merupakan wujud kolaborasi nasional dan internasional yang secara bahu membahu diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap ketahanan produk kesehatan Indonesia,” pungkasnya.
















