Dosen Farmasi UMP Ciptakan Alat Deteksi Kanker Usus Besar

oleh
Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk Indonesia tampaknya bukan isapan jempol belaka. Kampus terbaik di Purwokerto itu kembali berikan kontribusi untuk bangsa. Ya, salah satu Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Susanti berhasil ciptakan Kit diagnostik molekuler Deteksi Kanker Usus Besar. Kit diagnostik molekuler tersebut Bernama BioColoMelt-Dx dan telah resmi diluncurkan oleh Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma.

Acara peluncuran telah berlangsung di Auditorium Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais Jakarta, Selasa (19/7), serta dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) Azwar Anas, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Rizka Andalusia, dan Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Dr. Susanti menjelaskan cara kerja BioColoMelt-Dx untuk deteksi kanker usus besar. Caranya, pengambilan sampel menyasar jaringan dengan menggunakan pemeriksaan jenis polymerase chain reaction (PCR). PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus.

INFO lain :  Ganjar Bocorkan Tiga Godaan Besar Pemimpin Daerah

“Alhamdulillah Alhamdulillah pengembangan teknologi awal yang mendasari produk BioColoMelt-Dx ini mendapatkan pendaan dari Islamic Development Bank,” jelasnya di Jakarta, Rabu (20/7).

INFO lain :  Amankan Pembangunan Tol di Pekalongan, Dalmas Diturunkan

Dijelaskan, produk diagnostik molekuler untuk mendeteksi kelainan genetika atau mutasi gen yang utama terjadi pada pasien kanker usus besar. Produk ini telah memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 1 July 2022 dengan Nomor Kemenkes RI AKD20306220065 dan merupakan produk pertama diagnostic molekuler kanker yang diproduksi di Indonesia.

“BioColoMelt-Dx didasarkan pada metode deteksi perubahan atau mutasi gen berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan High Resolution Melting Analysis (HRMA) sehingga sangat mudah dikerjakan di laboratorium dengan sumber daya terbatas dan berbiaya terjangkau,” katanya.

INFO lain :  Mushaf Al-Qur'an dari Marmer 14 Ton di Pekalongan

Menurutnya, saat ini, banyak sekali mesin PCR yang telah tersedia di seluruh Indonesia selepas pandemi COVID-19 sehingga kehadiran produk BioColoMelt-Dx diharapkan dapat meningkatkan penggunaan mesin-mesin PCR dan fasilitas terkait untuk menangani masalah kesehatan utama lainnya seperti kanker.

“Pada pemeriksaan molekuler kanker usus besar, materi genetik berupa DNA dari jaringan tumor pasien yang menjalani tindakan biopsi maupun operasi reseksi usus besar akan diisolasi. Kemudian, menggunakan kit BioColoMelt-Dx, DNA tersebut akan diperiksa untuk mengetahui gen-gen penting,” urai Dr. Susanti.