“Kita bisa pikirkan, karena obrolan saya dengan siswa tadi, orang tuanya banyak yang belum (vaksin), kakek neneknya banyak yang belum (vaksin),” katanya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga di SMK Negeri 2 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menjadikan sekolah sebagai pusat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga agar siswa bisa mendapatkan vaksin di sekolah tersebut, sehingga percepatan vaksinasi dapat dilakukan.
Pada kesempatan itu, Ganjar meminta seluruh guru untuk membantu pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga tersebut.
“Nah, kita bisa tanya, orang tuamu sudah apa belum, kakek nenekmu sudah apa belum, tetanggamu sudah apa belum. Artinya, secara umum kita akan bisa tahu kondisinya,” kata Ganjar.
Ia mengatakan jika hal itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin masyarakatnya bisa diajak dan diambilkan titik tertentu agar vaksinasi dosis ketiga dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Dia mengharapkan masyarakat sadar dan mau mengikuti vaksinasi dosis ketiga tanpa harus disuruh-suruh, karena sekarang sudah tahun ketiga terjadinya pandemi COVID-19, sehingga kesadaran yang dibangun itu akan membantu aktivitas mereka.
“Kan sudah menjadi syarat (wajib vaksin dosis ketiga). Masuk mal, perjalanan, naik kereta api, semua sudah ada, maka yuk kita bangun kesadaran untuk mau divaksinasi penguat, sehingga aman, mereka mau pakai masker, Insya Allah perjalanan juga aman, aktivitasnya juga aman,” kata Ganjar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan capaian vaksinasi dosis ketiga di Jateng jika berdasarkan total populasi baru 24,67 persen.
“Harusnya 30 persen. Tetapi, kalau berdasarkan eligible datanya sudah 27,01 persen. Jadi, orang yang saatnya vaksin dosis ketiga pada bulan ini,” katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan capaian vaksinasi dosis ketiga tersebut tetap harus dikejar, karena ada varian baru, yakni BA.2.75, subvarian terbaru dari Omicron.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah meminta semua pelaku perjalanan di Indonesia harus sudah divaksin dosis ketiga, sehingga harus didorong.
Selain pelaku perjalanan, lanjut dia, orang yang beraktivitas di tempat-tempat pelayanan publik juga harus sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga.
“TNI/Polri termasuk BIN diminta untuk membantu menaikkan cakupan vaksinasi dosis ketiga. Nah, sekarang anak-anak, karena sudah pembelajaran tatap muka, terutama yang usia 18 tahun ke atas di seluruh Jawa Tengah harus segera mendapatkan vaksin dosis ketiga,” katanya.
















