INFOPlus – Gigitan nyamuk menimbulkan reaksi dengan tingkat yang berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya merasa gatal dan bentol, ada juga yang mengalami reaksi seperti alergi yang menyakitkan. Nah, jika ingin menghindari nyamuk, cobalah menghindari memakai pakaian warna tertentu.
Dokter Zoe Williams mengatakan bahwa sulit menghindari gigitan nyamuk, tapi ada beberapa intervensi yang dapat membuat seseorang kurang menarik bagi binatang ini, termasuk menghindari mengenakan warna tertentu
Nyamuk Ditarik oleh Karbon
Menurut dia, nyamuk ditarik oleh karbon dioksida dalam napas. Tapi manusia tidak bisa berhenti bernapas sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.
Bereaksi Karena Aroma
Selain warna, nyamuk juga bereaksi terhadap aroma. “Mereka menyukai aroma alami kita, terkadang parfum dan barang-barang yang kita kenakan. Banyak orang membakar citronella, kabar buruknya, itu tidak benar-benar terbukti efektif. Tapi serai wangi dalam dupa jauh lebih manjur sehingga bisa efektif.”
Meskipun menggunakan warna polos dan menghindari parfum yang bagus dapat membuat kurang menarik bagi serangga, Zoe menekankan pentingnya memakai penolak, misalnya mengenakan obat nyamuk yang mengandung DEET.
DEET adalah bahan aktif dalam produk yang digunakan untuk mengusir penggigit. Konsentrasi yang tepat dari bahan ini akan menentukan berapa lama perlindungan akan bertahan. Dia juga menyarankan menggunakan kelambu saat tidur.
Pengaruh Golongan Darah
Dokter menjelaskan bahwa ada banyak teori mengapa beberapa orang tampaknya lebih sering digigit nyamuk, tapi teori ini tidak bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya.
“Ada beberapa alasan. Dikatakan bahwa jika golongan darah 0 negatif, maka Anda lebih mungkin untuk digigit. Beberapa orang berpotensi memilikinya karena aroma alami mereka. Jika Anda lebih banyak berkeringat, kita tahu nyamuk lebih tertarik pada keringat,” kata dia.
Sumber Tempo
















