Ketua Panitia Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di Borobudur Andritopo di Magelang, Kamis, mengatakan peserta berasal dari Jawa Magelang Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Ia menyebutkan dari 808 peserta tersebut terbagi dalam empat kelas, yakni kelas prospek 509 peserta, pratama 229 peserta, madya 39 peserta, dan kelas utama 31 peserta.
Andri menyampaikan dari kontes ini belum ada bonsai yang laku tetapi kalau penawaran sudah ada beberapa mencapai sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta di kelas utama.
Ia menjelaskan kelas bonsai itu sebenarnya seperti anak sekolah, ada TK, SD, SMP, dan seterusnya.
“Bonsai pun sama, jadi kelas prospek itu sebenarnya belum bisa disebut bonsai, seperti TK itu prasekolah,” katanya.
Ia menyampaikan kelas prospek yang dinilai hanya dari akar sampai batang saja, kemudian kelas pratama yang dinilai akar, batang, cabang. Kelas madya yang dinilai meliputi akar batang cabang, ranting.
“Kalau kelas utama ibarat anak sekolah sudah kuliah, tidak memakai alat bantu kawat, juga tidak ada bekas potongan, sudah benar-benar natural,” katanya.
Andri menuturkan pebonsai di Kabupaten/Kota Magelang sedang bersemangat dan terus bertambah peminatnya.
Menurut dia Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Magelang terbagi menjadi per kecamatan di Kabupaten Magelang dan satu di Kota Magelang karena banyak komunitas atau pesertanya.
















