OJK: Sektor Jasa Keuangan di Eks-Keresidenan Banyumas Stabil

oleh
Purwokerto – Kondisi sektor jasa keuangan di wilayah eks-Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Triwulan I 2022 tercatat stabil, kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Riwin Mihardi.

“Hal itu tercermin dari sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan tren positif, terutama di sektor perbankan dan pasar modal,” katanya saat kegiatan Ngobrol Santai Bareng Wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Terkait dengan perkembangan perbankan pada bulan Maret 2022 di eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Riwin mengatakan aset bank tercatat tumbuh 9,51 persen (yoy) menjadi sebesar Rp46,66 triliun.

Menurut dia, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,78 persen (yoy) menjadi sebesar Rp39,41 triliun, sedangkan fungsi penyaluran kredit tumbuh sebesar 9,51 persen (yoy) menjadi Rp38,41 triliun.

“Rasio NPL (Non Performing Loan) perbankan di eks Keresidenan Banyumas terjaga di bawah ‘threshold’ sebesar 5 persen, yaitu tercatat sebesar 2,89 persen,” katanya.

Sementara untuk perkembangan BPR dan BPR Syariah (BPRS) di wilayah eks Keresidenan Banyumas pada Maret 2022, kata dia, total aset tercatat tumbuh 12,66 persen (yoy) menjadi sebesar Rp9,32 triliun.

Menurut dia, DPK pada BPR/BPRS tumbuh 12,57 persen (yoy) menjadi sebesar Rp6,10 triliun, sedangkan penyaluran kredit/pembiayaan tumbuh sebesar 8,80 persen (yoy) menjadi Rp6,11 triliun.

“Rasio NPL (pada BPR/BPRS) tercatat sebesar 6,50 persen menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,95 persen,” katanya.

Terkait dengan perkembangan di sektor pasar modal, Riwin mengatakan jumlah investor saham dan reksa dana pada Maret 2022 di wilayah eks Keresidenan Banyumas mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Dalam hal ini, kata dia, pertumbuhan pencatatan SID (Single Investor Identification) oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk investor saham meningkat sebesar 108 persen (yoy) menjadi sebanyak 63.482 investor dan investor reksa dana meningkat sebesar 117 persen (yoy) menjadi sebesar 141.155 investor.

Sementara di sektor industri keuangan nonbank, lanjut dia, sektor asuransi jiwa dan asuransi umum di wilayah eks Keresidenan Banyumas pada posisi Maret 2022 berhasil menghimpun premi sebesar Rp236,74 miliar atau meningkat sebesar 66,92 persen (yoy).

“Di sektor lembaga pembiayaan atau perusahaan pembiayaan, jumlah pembiayaan yang disalurkan menunjukkan tren penurunan dengan total pembiayaan yang disalurkan pada Maret 2022 sebesar Rp3,22 triliun atau menurun sebesar 3,57 (yoy),” katanya.