Pencuri 14 Kambing Warga Pekalongan Diciduk

oleh

Kajen – Tiga spesialis pencuri kambing lintas daerah, Rabu (16/06/2021) berhasil dibekuk Tim Resmob Sat reskrim Polres Pekalongan. Para tersangka diamankan dari persembunyiannya bersama sejumlah barang bukti.

Ketiga tersangka, Zaenal Arifin (59) alamat Desa Sukorejo, Ulujamj Kabupaten Pemalang. Beni Rusli (52) alamat Blok Kepudang Rt 01/03 Desa Kedungdawa, Kedawung Kabupaten Cirebon dan Sodikun (50) alamat Jl. Malik ibrahim Rt 04/03 Desa Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.

Selain tersangka para penadah juga ikut diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Penangkapan bemula adanya laporan para korban diantaranya di Desa Limbangan, Karanganyar, Desa Kalipancur Kecamatan Bojong, Desa Tosaran, Kedungwuni, Desa Mesoyi, Desa Batursari, Desa Karangasem Kecamatan Talun.

Selain di tujuh lokasi di Kota Santri, para tersangka juga beraksi di wilayah hukum Polres Cirebon, Polres Kuningan dan Polres Majalengka.

Kapolres Pekalongan AKBP Darno melalui Kasat Reskrim AKP Akwan Nadzirin menegaskan pencurian spesialis hewan ternak kambing di Kabupaten Pekalongan ini sudah ada 7 TKP tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Dari lokasi tersebut pelaku berhasil membawa 14 ekor kambing.

Adapun modus operandi digunakan pelaku mereka datang langsung ke kandang kambing yang ada di rumah-rumah warga. Selanjutnya mereka ambil kambing yang dari kandang itu memasukan ke mobil yang mereka gunakan.

“Pelaku ini adalah spesialis yang ahli di bidangnya dalam melakukan pencurian binatang ternak dan pelaku ini bukan warga Pekalongan akan tetapi pelaku ini warga dari luar Kabupaten Pekalongan, ” katanya.

Dalam aksinya mereka berbagi tugas ada yang menunggu di mobil ada yang survei sekaligus eksekusi. Sementara menurut Pengakuan dari pelaku, kambing itu langsung dibawa dibawa dibopong dan langsung di masukkan ke mobil.

Untuk barang bukti yang diamankan adalah mobil digunakan membawa kambing, sejumlah HP, senter dan perhiasan emas hasil dari penjualan kambing.

“Untuk kambil langsung ada pembeli dan dijual oleh pelaku dibawah pasaran. Adapun guna mempertangjawabkan perbuatanya para tersangka dikenakan dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, ” tandasnya.

Sementara tersangka Zaenal Arifin mengaku ikut beraksi di tujuh lokasi di Kabupaten Pekalongan karena dirinya sebagai supir. Tugasnya adalah menunggu dijalan setelah kawanya berhasil membawa kambing.

“Saya driver jadi menunggu dijalan. Kemudian Beni yang eksekusi di kandang. Untuk hasil yang menjual Beni ke pelangganya, ” kata dia.

Sumber Radar Pekalongan