Exit Tol Setono Sudah Banyak Makan Korban. Apa Solusinya?

oleh
oleh
Kawasan jalur tol Trans Jawa.
Kawasan jalur tol Trans Jawa.

PEKALONGAN – Sebagai upaya mengurai kemacetan sekaligus meminimalisir angka kecelakaan, Pemkot Pekalongan membangun Frontage Road atau jalur lambat yang berada di kanan dan kiri jalan Kawasan Exit Tol Setono Kota Pekalongan. Pembangunan frontage road yang dimulai sejak tahun 2018 lalu kini telah rampung 100 %.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, AKP Sutono menegaskan masyarakat pengguna exit tol harus berhati-hati menggunakan jalur sebagaimana semestinya. Pasalnya, sudah banyak korban dan nyawa melayang di jalur tersebut karena tidak memperhatikan fungsi jalur dan rambu-rambu lalu lintas dengan baik.

INFO lain :  Asuransi Tanaman Padi Belum Diminati

“Di sepanjang exit tol ini, kami mencatat sudah banyak memakan korban di jalur ini. Sehingga, kami berpesan pada saat masyarakat menggunakan jalur ini,” katanya.

Dia juga meminta masyarakat memperhatikan fungsi jalan dengan baik. “Jangan ada lagi masyarakat yang masih menggunakan jalur sepanjang kawasan exit tol ini untuk berjoget membuat tiktok, ajang balap liar, berkerumun di malam hari yang sangat berbahaya,” sebutnya.

INFO lain :  Cawalkot Semarang Positif Corona. Harus Jadi Peringatan Kandidat Lain

Dia menegaskan, jalur exit tol ini harus digunakan sebagaimana mestinya. “Mari rawat bersama sarana dan prasana yang ada didalamnya termasuk rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan juga harus dijaga. Jangan sampai rusak sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan korban yang berjatuhan di jalur tersebut,” imbuhnya.

INFO lain :  Rutan Batang Lebarkan Sayap Promosikan Produk Warga Binaan

Walikota Pekalongan HM Saelany mengatakan, anggaran yang dikucurkan untuk proyek sepanjang 3,3 km  itu sebanyak hampir Rp35 Milliar. Menurutnya, kebutuhan dibangunnya frontage ini dikhususkan untuk pengguna kendaraan roda dua dan roda tiga seperti becak, sepeda maupun motor.

“Setidaknya dapat mengurangi kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan. Hal ini dilakukan untuk memisahkan jalur kendaraan dengan kecepatan rendah dan kecepatan tinggi,” tandasnya.(eka)