PEKALONGAN – Pemkab Pekalongan siap merelokasi warga Desa Bodas yang terdampak tanah bergerak ke lokasi yang lebih aman dan nyaman.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, berdasarkan data, sekitar 95 rumah milik warga yang terdampak tanah bergerak, sehingga mereka harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami usahakan relokasi dan saya sudah memerintahkan camat dan kepala desa melakukan survei untuk menentukan lahan yang paling memungkinkan atau aman untuk dibangun rumah,” ujarnya, Kamis (25/12).
Asip menerangkan, kasus tanah bergerak di wilayah Desa Bodas merupakan siklus tujuh tahunan atau 10 tahunan sehingga warga setempat perlu meningkatkan kewaspadaannya, apalagi curah hujan masih sering mengguyur daerah itu.
Dia mengatakan pemkab segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng maupun pusat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan rumah warga.
Selain itu, kata dia, untuk menghadapi potensi bencana alam, pemkab juga berencana memasang early warning system (EWS) di sejumlah lokasi rawan tanah bergerak di empat kecamatan, yaitu Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, dan Petungkriono.
“Saat ini sudah memasuki bulan Desember yang biasanya curah hujan cukup tinggi sehingga bisa berpotensi terjadi longsor dan tanah bergerak. Oleh karena, perlu adanya sinergi dan meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana,” tukasnya. (eka)
















