Bupati Sebut Statusnya Sudah Darurat. Akan Diberlakukan Jam Malam

oleh
oleh

BLORA – Pemkab Blora akan memberlakukan jam malam untuk menekan tingginya kasus Covid-19 di daerah setempat.

Bahkan Bupati Blora Djoko Nuhroho mengajak semua pihak untuk langsung menutup pembicaraan terkait Pilkada 2020.

“Ada hal penting yang harus kita urus bersama-sama, bencana non alam yang saat ini penyebaran sungguh-sungguh mengkhawatirkan dan membutuhkan pemikiran kita bersama. Jadi Pilkada sudah selesai dan mari bersama-sama kita berpikir dan bekerja memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya, Kamis (17/12).

Menanggapi penyebaran Covid-19 di wilayah Blora yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, Bupati mengambil keputusan tegas sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19.

INFO lain :  20 Anggota Polri Polres Pemalang Naik Pangkat

“Blora darurat Covid-19. Untuk wilayah Kecamatan Blora, Cepu, dan Ngawen harus dilaksanakan operasi pokok untuk menekan penyebaran corona. Kecamatan lain penopang,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan untuk memberlakukan jam malam, mengingat semakin banyaknya warga yang seolah-olah melupakan bahaya Covid-19.

“Toko-toko modern silakan buka dari jam 08.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB, dan PKL diijinkan berjualan mulai jam 14.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB. Ini rencana akan diberlakukan mulai malam Minggu tanggal 19 Desember 2020 sampai dengan 5 Januari 2021,” tegasnya.

INFO lain :  Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Anggota Satlantas Polres Tegal Kota Dites Urine

Dia pun meminta Kabag Hukum dan Sekda untuk menyiapkam Perbup terkait hal tersebut.

“Lalu dibuat edaran penyebarluasan informasi ini. Awali dengan gambaran umum bahwa Blora darurat Covid-19,” katanya.

Mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan serta menyambut kegiatan Natal dan Tahun Baru, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk tidak mengadakan acara.

“Camat-camat jangan membuat acara perayaan tahun baru apapun. Sekali lagi diseluruh wilayah Blora tidak ada acara perayaan pergantian tahun. Kumpulkan tokoh agama, pastur, pendeta, MUI juga FKUB terkait dengan kegiatan keagamaan, hal-hal yang bersifat teknis agar segera ditindaklanjuti untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” pinta Bupati.

INFO lain :  Delapan Kecamatan di Banjarnagera Alami Kekeringan

Bupati mengapresiasi kesiapan rumah sakit-rumah sakit diwilayah Kabupaten Blora dalam menghadapi pandemi ini.

“Terimakasih atas kesiapan seluruh rumah sakit di Blora, saya paham saat ini tenaga medis kita terbatas,” ujarnya.

Bupati kembali menegaskan untuk meringankan beban warga yang terdampak Covid-19 agar diberikan bantuan.

“Yang sakit-sakit di rumah tolong diberi bantuan sosial. Klaster perkantoran dihentikan. Dan masyarakat tolong di informasikan dengan rencana pelaksanaan jam malam dan sebagainya,” tutup Bupati.(aro)