Telepon Dulu, Baru Dijatah Pil dan Kondom

oleh
oleh

REMBANG – Walaupun di tengah keterbatasan, para penyuluh KB diharapkan bisa bekerja maksimal dan melahirkan terobosan baru di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, Kamis (5/11). Menurutnya, di Kabupaten Rembang, satu orang penyuluh KB, wilayah cakupannya sangat luas, yakni sebanyak enam desa atau lebih.

“Karena memang yang pensiun banyak, tetapi penyuluhnya tidak ditambah. Di Rembang, ada 294 desa/kelurahan, penyuluh KB nya hanya ada 44 orang, jadi satu (orang) penyuluh bisa mendampingi enam sampai tujuh, bahkan lebih,” katanya.

INFO lain :  Belanjakan Upal di Pasar Pagi Kota Tegal, Dua Pengedar Diringkus 

Imam Maskur berharap, penyuluh tidak hanya melihat berapa banyak desa yang diampu. Namun, penyuluh bisa mengoptimalkan keberadaan pembantu pembina keluarga berencana desa (PPKBD), Sub PPKBD sampai dengan rekan-rekan Jogo Tonggo yang ada di desa.

Selain itu, lanjut Imam, pihaknya menyarankan adanya rekomendasi dari rakor yang disampaikan kepada Pemerinta Kabupaten Rembang untuk optimalisasi program KB. Sehingga rakor tidak hanya sebatas kumpul-kumpul saja.

INFO lain :  Sekolah Virtual Bisa Menjadi Salah Satu Solusi Cegah Pernikahan Dini

Ketua IPeKB Rembang Didik Ismanto mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini penyuluh KB harus tetap eksis menjalankan program KB. Ada perubahan- perubahan yang dilakukan para penyuluh KB saat ini, di antaranya memaksimalkan media sosial dan aplikasi chatting karena tidak lagi dapat mengumpulkan orang banyak.

Didik menambahkan, penyuluh KB saat ini juga memiliki tugas tambahan selain sosialisasi, yakni mengantarkan pil KB dan kondom ke kader KB di desa.

INFO lain :  Gubernur Jateng: Semua Jenjang Sekolah Siap Pembelajaran Tatap Muka

“Distribusi pil, kondom ini kita langsung ke rumah kader. Kader telpon butuh berapa kita langsung jalan ke desa. Kalau dulu mereka bisa ke puskesmas atau ke bidan desa,” tuturnya.

Terkait efek adanya pandemi terhadap angka KB, menurutnya, ada penurunan sedikit. Pasalnya sebelum adanya pandemi, masyarakat ber-KB ke puskesmas tidak dibatasi jumlahnya, tetapi saat ini dibatasi tiap harinya, dengan jumlah tertentu untuk menghindari kerumunan.(mer)