PRPP Harus Lebih Lincah Kelola Usaha

oleh
oleh

SEMARANG – Untuk menyempurnakan Raperda inisiatifnya tentang Perubahan Status PT Pekan Raya & Promosi Pembangunan (PRPP) menjadi Perseroda, Komisi C DPRD Provinsi Jateng studi banding ke Jawa Timur Park (JTP) di Batu, Malang, Jawa Timur.

Rombongan diterima oleh Manager Marketing & Public Relation JTP Group Titik Ariyanto dan HRD Holding JTP Group Nur Asmeidarani. 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sriyanto Saputro mengatakan, perubahan status PT PRPP yang sudah 20 tahun lebih itu menjadi Perseroda, dimaksudkan agar ke depan lebih lincah mengelola usahanya dan lebih berdayaguna menghasilkan PAD (dari dividen).

“Sebenarnya sudah lama Jateng punya obsesi memiliki semacam JTP,” katanya, Selasa (3/11).

INFO lain :  DKP: Media Penyiaran Terpolarisasi Jelang Pemilu

Namun hingga kini, lanjut Politikus Partai Gerindra itu, sudah beberapa kali gubernurnya berganti, hal itu belum terwujud. 

“Kami ke JTP yang dikelola swasta ini luar biasa, pengin ngangsu kaweruh (studi banding) dan berharap informasi yang kami peroleh dapat menjadi kajian Komisi C menyempurnakan Raperda tersebut,” ujarnya. 

Menanggapi Komisi C, Titik Ariyanto menjelaskan, JTP Group berada di bawah naungan PT Bunga Wangsa Sejati. Di Batu Malang ini mengelola sejumlah taman rekreasi dan museum, antara lain Jawa Timur (Jatim) Park 1 (Museum Tubuh dan Science Coaster Park), Jatim Park 2 (Museum Satwa dan Batu Secret Zoo), Jatim Park 3 (Dino Park, The Legend Star Park, Funtech Plaza, dan Museum Musik Dunia). Disamping itu juga Batu Night Spectacular (BNS), Eco Green Park, Predator Fun Park, Museum Angkut, dan Museum Tubuh.

INFO lain :  Pemasangan APK Banyak Langgar Aturan

“Kebanyakan dikerjakan sendiri, namun ada yang dikerjasamakan dengan pemerintahan desa. Yakni, memberi kesempatan desa memiliki saham dengan menyewakan tanah kas desa (bondo desa) kepada kami selama 20 tahun. Uang sewanya itu sebagai sahamnya, dalam membangun BNS,” tuturnya. 

BNS seperti namanya, lanjutnya, bukan tempat hiburan malam. Melainkan taman wisata keluarga yang dibuka sore hingga malam, yang menghadirkan berbagai wahana permainan anak hingga dewasa dan uniknya, memiliki lampion garden terbesar se-Indonesia. 

INFO lain :  60 Tenaga Medis Terpapar Corona

Setiap taman rekreasi yang dibangun, tambahnya, memiliki keunikan tersendiri. Sebut saja Museum Angkut yang menjadi museum transportasi terbesar pertama se-Asia. Di situ, terdapat 300 lebih koleksi kendaraan dari seluruh dunia yang terbagi dalam 13 zona. 

Museum tubuh menjadi satu-satunya museum anatomi tubuh paling lengkap di asia. Kemudian, Eko Green Park yang memiliki berbagai satwa, mulai burung yang tidak bisa terbang (pinguin sampai bebek) dan burung yang bisa terbang.