Hal ini, kata dia, seperti pesan yang disampaikan oleh salah satu pendiri pondok pesantren tertua di Indonesia, Pesantren Lirboyo Kediri kepada para santrinya, bahwa santri harus bisa menjadi seperti paku di masyarakatnya.
Maksudnya, paku itu bisa merekatkan semua kayu yang beukuran besar dan kecil, yang mengarah ke kanan, kiri dan yang lainnya, tapi bisa direkatkan.
“Nah santri harus begitu, mempertemukan dan merukunkan masyarakat dengan beragam kepentingannya dalam satu ukhuwwah atau persaudaraan,” pungkasnya.(ema)















