Taruna Diminta Jadi Jenderal Lapangan

oleh
oleh

MAGELANG – Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Totok Santoso meminta para taruna menjadi “jenderal lapangan” yang profesional dan berakademi.

Menurutnya, sebagai seorang perwira remaja nantinya, taruna harus sebagai teladan, do the best dan mampu bersaing.

“Masa depan yang gemilang harus disiapkan dan diperjuangkan sejak dini oleh taruna,” ungkapnya dalam kuliah umum yang diikuti 645 taruna tingkat II dan III Akademi Militer, di Gedung Lily Rochli kompleks Akademi Militer, diMagelang, Rabu (21/10).

Kuliah umum bertema “Karakter dan Profesionalitas Taruna di Era Kekinian untuk Membentuk Kepemimpinan Perwira Remaja yang Tangguh, Berintegritas, Berinovasi dan Adaptif”.

INFO lain :  Angkut Rombongan Warga, Pikap Ditindak Satlantas Polres Purworejo

“Tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, taruna harus memotivasi diri untuk terus belajar,” tegasnya.

Menurut dia taruna harus mulai membangun integritas, disiplin dan profesionalisme karena taruna saat lulus akan menjadi perwira remaja pangkat letnan dua dengan gelar kesarjanaan.

“Jangan membiasakan hal yang salah karena akan terus terbawa sampai dengan penugasan. Bina hubungan senior junior yang baik, Senior membina junior secara proporsional, jangan ada sifat balas dendam,” katanya.

INFO lain :  Gunung Merapi Alami Gempa Guguran

Ia menyampaikan hal ini bekal dalam bertugas di masyarakat, maka belajarlah dengan baik, jadilah diri sendiri jangan mengandalkan orang lain. Selalu bersyukur, jangan pernah lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Gubernur Akmil mengatakan pembentukan karakter, moral dan kualitas profesionalisme harus tertanam pada taruna, baik saat mengikuti pendidikan di Akmil maupun nanti sebagai bekal menjadi letnan dua di satuan baru.

INFO lain :  Ribuan Liter Miras Dimusnahkan di Wonogiri

“Taruna harus bermoral yang bagus mempunyai karakter, idealisme dan juga berpengetahuan yang unggul sehingga para taruna ini ke depan bisa adaptif dan diterima di lingkungan,” katanya.

Taruna, lanjut dia, harus mengubah pola pikir untuk menata diri, menerapkan aturan-aturan yang berlaku bukan maunya sendiri, meninggalkan sifat malas, apatis, tidak mau tau, mengedepankan ego, konsumtif harus ditinggalkan, berkualitas dalam berjuang untuk persiapan dirinya baik selama di Akademi Militer maupun kelak di satuan.(lia)