Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat Semarang Jadi Klaster Covid-19

oleh
oleh

SEMARANG – Warung makan kepala manyung Bu Fat di kelurahan Krobokan, Semarang barat jadi klaster penularan Covid-19. Sebanyak 20 orang positif terinfeksi Covid-19 setelah merujuk hasil pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).


“Ada tiga orang sudah kita rujuk ke RSUD Wongsonegoro karena mengalami sesak nafas. Satu orang dalam keadaan hamil tua, hari ini sedang mengalami proses pembukaan awal pada persalinannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam, Jumat (11/9).

INFO lain :  Bupati Kendal Terlibat Korupsi, Disposisi Pembayaran Proyek E Mading 2016 yang Bermasalah

Dari hasil penelusuran Dinkes Kota Semarang penularan Covid-19 diketahui setelah keluargannya Bu fat mengalami sakit flu dan periksa di puskesmas terdekat. Oleh petugas, kemudian diminta untuk dilakukan tes swab dan hasil keluar 9 September 2020 dinyatakan positif Covid-19.


“Jadi tahu positif, kami lakukan tracking kepada sejumlah pengunjung 30 orang yang kontak erat. 20 orang positif, untuk orang tanpa gejala (OTG) sudah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas Wali Kota Semarang,” ujar dia.

INFO lain :  Begal Payudara Beraksi di Pati. Langsung Kena Azab, Dipukuli Massa

Hasil penelusuran Dinkes Kota Semarang, menunjukkan penularan Covid-19 diketahui berasal dari penjual minuman yang berada di depan warung.


“Kita sudah telusuri, ternyata penularannya ada pada penjual minuman di depan warung Bu Fat. Upaya kita sudah menyemprotkan disinfektan dan aktivitas warung ditutup,” kata dia.


Penutupan warung kepala manyung Bu Fat kemungkinan bisa diperpanjang jika masih ditemukan kasus penularan Covid-19 di lokasi tersebut. “Kalau masih ada kasusnya ya penutupannya bisa ditambah lagi,” ujar dia.

INFO lain :  Mahasiswa Semarang Gelar Aksi untuk Wadas, Sindir Slogan Ganjar 'Tuanku Rakyat'

Di sisi lain, pihaknya menyebutkan per hari ini, 11 September, jumlah kasus Covid-19 aktif yang terkonfirmasi telah mencapai 6.895 kasus. Rinciannya untuk Kota Semarang 5.469. Sedangkan yang berasal dari luar kota ada 1.436.


“Kemudian dari data itu, yang masih terkonfirmasi aktif 556, dan ada 389 kasus Covid-19 di Semarang dan 167 kasus atau 30 persen berasal dari luar kota,” tandasnya.

Sumber : merdeka