Putus Sekolah, Tidak Perlu Minder dengan Sarjana

oleh
oleh

DEMAK – Sebanyak 85 orang warga Desa Batu Kecamatan Karangtengah mengikuti pelatihan menjahit yang digelar pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Surya Alam, selama 200 jam dalam waktu 40 hari.

Direktur PKBM Surya Alam Nelly Shofiyati menyampaikan, mayoritas peserta pelatihan adalah warga yang putus sekolah dan yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Program ini bertujuan agar warga masyarakat berusia 18 – 30 tahun dan mereka yang putus sekolah memiliki keterampilan dan jiwa berwirausaha,” terang Nelly, Rabu (9/9).

INFO lain :  Mau ke Jakarta? Siap-Siap Putar Balik

Pada 2020, lanjutnya, PKBM Surya Alam mendapat kepercayaan dari Direktorat Pendidikan Vokasi untuk melatih sebanyak 85 orang peserta didik melalui program PKK.

“Setiap tahun kita melaksanakan program ini dan sudah berjalan lima tahun. Keunggulan program ini, anak-anak berkompeten dan siap kerja. Setelah lulus uji kompetensi, nantinya disalurkan ke perusahaan garmen di Semarang dan Demak yang menjadi mitra kita. Sejak berdiri tahun 2006 kita sudah meluluskan kurang lebih 1.000 (orang) siswa,” jelas Nelly.

Ditambahkan, selama mengikuti pelatihan para peserta mendapatkan fasilitas alat dan bahan praktek serta uang transport. Para peserta akan mendapat pelatihan menjahit garmen dari para instruktur, agar ke depannya mereka memiliki ketrampilan menjahit yang mampu disesuaikan dengan kebutuhan industri.

INFO lain :  Kasus KDRT Komisioner IP Jateng Resmi Dilaporkan Polda

“Usai pelatihan, para peserta mendapatkan sertifikat dan memperoleh kesempatan untuk bekerja di perusahaan,” imbuhnya.

Apresiasi disampaikan Bupati Demak HM Natsir kepada PKBM Surya Alam, yang telah menyelenggarakan pendidikan nonformal di Demak, dengan sejumlah program unggulannya, seperti paket B, paket C, kesetaraan dan keterampilan komputer, elektronik dan menjahit.

INFO lain :  Polda Jateng Izinkan Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei

Pada kesempatan itu, tak lupa bupati juga memberikan semangat kepada para peserta. Dia berharap, para peserta langsung bisa bekerja atau bisa menciptakan lapangan pekerjaan usai mengikuti pelatihan.

“Gak usah minder dengan sarjana, kalian semua sarjana terapan. Gak usah nggawa titel, sing penting sak’e kandel (tidak usah membawa titel, yang penting sakunya tebal). Semangat terus ya, apa yang kita peroleh semoga bisa membawa masyarakat Demak lebih sejahtera,” ujar bupati.(ema)