Tergila-Gila Judi Online, 8 Motor Teman Digadaikan

oleh
oleh

KEBUMEN – Kecanduan judi online, DN (28) warga Desa Purwoadi Kecamatan Kuwarasan Kebumen gelapkan sepeda motor milik AM (26) warga Kecamatan Kuwarasan Kebumen.

DN diduga menggelapkan kendaraan sepeda motor matic Honda Vario milik korban dengan cara digadai kepada seseorang, selanjutnya uang digunakan untuk taruhan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, penggelapan dilakukan pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2020.

“Modusnya tersangka meminjam sepeda motor korban. Selanjutnya, oleh korban kendaraan itu malah digadai senilai Rp3 juta. Ini dilakukan tanpa sepengetahuan korban,” jelas AKBP Rudy, Kamis (3/9).

INFO lain :  Pemkot Magelang Beri Bantuan Keuangan 8 Parpol Rp 568 Juta

Korban yang merasa dirugikan selanjutnya melapor ke Polsek Adimulyo karena tidak ada kepastian dari tersangka kapan mengembalikan kendaraan.

Usut punya usut, tersangka ternyata juga melakukan penggelapan yang sama (sepeda motor) total ada 8 korban.

Ini terbongkar setelah mantan istrinya melapor ke Polsek Adimulyo, jika banyak orang yang minta ganti rugi atas ulah mantan suaminya.

INFO lain :  Kader dan Tokoh NU Tutup Usia, PKB Jateng Gelar Tahlilan 7 Hari Berturut-Turut

Mantan istrinya mengaku telah menebus 4 kendaraan yang digadai oleh mantan suaminya.

“Masih kita dalami kasus ini,” pungkas AKBP Rudy.

Kepada polisi, tersangka sangat sulit sekali menghilangkan kebiasaan judi online. Kebumen judinya ditelateni tersangka 3 tahun terakhir.

Tersangka memiliki “track record” buruk di tempat kerjanya dahulu. Tersangka sebelumnya adalah karyawan sebuah koperasi simpan pinjam di wilayah Gombong, harus diberhentikan dari tempatnya bekerja karena dugaan menilap uang perusahaan Rp60 juta.

INFO lain :  Tiwi Terus Lanjutkan Kekuasaannya di Purbalingga

Semoga dengan ditangkapnya tersangka, tersangka bisa menyudahi hobi judi online.

“Pernah menang sih pak. Tapi lebih sering kalahnya,” tutur tersangka kepada polisi.

Akibatnya perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUH Pidana tentang penggelapan. Ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.(min)