Tiwi Terus Lanjutkan Kekuasaannya di Purbalingga

oleh
oleh

PURBALINGGA – Pasangan Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono berhasil meraih 288.741 suara, atau 54,74% dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Purbalingga.

Dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga, pasangan ini menang atas lawannya Muhammad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim Supriyanto, yang meraih 238.735 atau 45,26% suara.

Ketua KPU Kabupaten Purbalingga Eko Setiawan mengatakan, proses rekapituasi ini digunakan sebagai dasar penetapan Cabup-Cawabup Purbalingga Tahun 2020 terpilih.

INFO lain :  Semalam Hilang, Ditemukan Tak Bernyawa di Kolam

“Setelah ini, ada waktu 3×24 jam untuk masa sanggah, jika tidak ya tinggal penetapan bupati dan wabup terpilih,” katanya, Kamis (17/12).

Paslon Tiwi-Dono, unggul dengan selisih 50.006 suara atau 9,48%. Pasangan yang diusung koalisi PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memenangi pertarungan di 16 dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

INFO lain :  Biaya Prona Ditetapkan Rp 150 Ribu, Kades Mliwis Terduga Pungli Terancam Dicopot

Tiwi-Dono hanya kalah di kecamatan Karangreja dan Purbalingga.

Dyah Hayuning Pratiwi merupakan putri dari Triyono Budi Sasongko, Bupati Purbalingga 2000 – 2010. Sebelum menjadi bupati, Tiwi merupakan wakil bupati terpilih dalam Pilkada 2015 mendampingi Tasdi.

Kemudian pada 2018, Tasdi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelahnya, Tiwi naik jabatan sebagai bupati Purbalingga. Sejak menjabat, Tiwi tidak mengangkat wakil bupati. Ia bekerja sendirian tanpa wakil.

INFO lain :  Menyaru Sebagai Pemulung, Sikat Ratusan Cap Batik

Sementara itu, Sudono merupakan ketua DPD Partai Golkar Purbalingga. Sudono pernah menjad terpidana kasus korupsi proyek normalisasi bronjong Kali Belo Bendung Bandung, Desa Boja, Kecamatan Tersono, Batang 2009.(pur)