47 Nakes di Daerah Lereng Dieng Positif Corona

oleh
oleh

WONOSOBO – Sebanyak 47 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Wonosobo, terkonfirmasi positif Covid-19.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, puluhan nakes itu berasal dari berbagai profesi, mulai dari perawat, bidan, dokter hingga dokter spesialis.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, karena banyaknya nakes yang terpapar jelas akan mengganggu pelayanan kesehatan di lini faskes pertama hingga ke rumah sakit,” katanya, Kamis (3/9).

Menurutnya, masyarakat harus bisa memahami situasi dan kondisi di Kabupaten Wonosobo saat ini dengan lebih meningkatkan kewaspadaan dan ketaatan terhadap protokol kesehatan secara disiplin.

INFO lain :  Kebakaran Ludeskan 5 Kapal Motor di Pelabuhan Juwana Pati

“Saya berharap agar warga yang memeriksakan diri, baik di puskesmas, di rumah sakit maupun di tempat praktik pribadi dokter bisa lebih jujur terkait dengan riwayat penyakit maupun apabila memang memiliki riwayat kontak dan perjalanan ke daerah-daerah terpapar Covid-19,” bebernya.

Dia menegaskan, virus ini bukan merupakan penyakit rekaan maupun buah dari konspirasi sebagian pihak sehingga harus disikapi dengan kewaspadaan bersama seluruh elemen masyarakat.

INFO lain :  Ratusan Pekerja Migran asal Jateng Jalani Karantina

Kepada para tenaga kesehatan, Sekda juga meminta agar mereka lebih berhati-hati saat berhadapan dengan pasien, dengan melengkapi alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar demi mencegah potensi penularan.

“Kita juga tengah mengupayakan agar ada dukungan kepada tenaga medis dalam bentuk tambahan nutrisi demi meningkatkan imunitas mereka,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo Muhammad Riyatno membenarkan jumlah nakes yang terpapar viru tersebut terakumulasi mencapai 47 orang.

INFO lain :  Uji Coba Lagi Tatap Muka, Jumlah Siswa Jadi Dua Kali Lipat

“Jumlah yang terakumulasi tersebut dihitung sejak awal pandemi, sehingga ada beberapa yang memang telah sembuh, dan ada pula yang saat ini masih menjalani perawatan,” imbuhnya.

Menurut Riyatno, situasi ini sangat memprihatinkan karena mereka memiliki tugas melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu dia mengimbau agar setiap nakes di berbagai fasilitas layanan kesehatan benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk ketika mereka berada di luar faskes.(wso)