Membangkang, Mundjirin yang Saat Ini Menjabat Bupati Semarang Dipecat

oleh
oleh

SEMARANG – PDI Perjuangan bakal menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap kader yang tidak mendukung rekomendasi dari DPP terkait dengan pencalonan kepala daerah pada Pilkada 2020.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, sanksinya nanti diusulkan ke DPP.

“Sanksinya pasti pemecatan. Tidak usah dikasih ruang orang-orang kayak gitu,” ungkapnya, Rabu (2/9).

INFO lain :  Ketua PDIP Jateng Tanggapi Potensi Gibran pada Pilkada 2024

Berdasarkan laporan yang diterimanya, setidaknya ada dua kader PDI Perjuangan di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Blora yang terancam dipecat sebagai kader parpol berlambang banteng moncong putih itu.

Kedua kader PDI Perjuangan yang dimaksud adalah Mundjirin, Bupati Semarang. Saat ini mendukung istrinya Bintang Narsasi Mundjirin maju sebagai bakal calon Bupati Semarang yang diusung parpol lain.

INFO lain :  Masyarakat Beraktivitas di Sekitar Rel KA Bisa Dipidana

Adapula Dwi Astutiningsih, anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Blora yang maju pilkada melalui Partai Demokrat.

“Nanti kami pecati semua dulu, (Mundjirin, red.) sudah 10 tahun merasakan harkat martabat di PDIP terus pindah begitu saja, etikanya enggak ada,” tegasnya.

INFO lain :  Seorang TKW Ilegal Asal Jepara Meninggal di Malaysia

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak ragu memecat kader yang tidak tegak lurus dengan keputusan partai.

“Kalau partai untuk kepentingan keluarga saja, ya, harus kami singkirkan karena partai itu untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (hen)